Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Kudus kembali menggelar ajang Kreativitas dan Inovasi (Krenova) 2026 di Gedung Technopark. Kegiatan ini ditujukan untuk mendorong lahirnya inovasi di berbagai sektor, mulai dari teknologi hingga pemberdayaan masyarakat.
Pada pelaksanaan tahun ini, sebanyak 113 proposal inovasi dari 113 kelompok mengikuti proses seleksi Krenova 2026. Dari jumlah tersebut, 38 inovasi dinyatakan lolos ke tahap presentasi dan telah memaparkan prototipe di hadapan tim penilai.
Rangkaian presentasi berlangsung selama dua hari. Sebanyak 20 inovasi dipresentasikan pada hari pertama, sedangkan 18 inovasi lainnya dipaparkan pada hari kedua.
Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah Bapperida Kudus, Amalia, menyampaikan bahwa jumlah usulan tahun ini menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 148 proposal. Menurutnya, penurunan itu dipengaruhi penyesuaian strategi sosialisasi yang lebih banyak dilakukan secara daring sebagai bagian dari efisiensi anggaran.
“Memang ada penyesuaian dari sekitar 148 menjadi 113. Salah satunya karena sosialisasi tahun ini lebih banyak dilakukan secara daring sebagai efisiensi anggaran,” ujarnya, Senin (11/5/2026).
Amalia menegaskan inovasi dinilai penting untuk mendukung efisiensi kerja pemerintah, terutama di tengah penurunan Transfer ke Daerah (TKD). Kondisi tersebut, kata dia, mendorong penggunaan sistem berbasis teknologi informasi (IT) agar efisiensi anggaran dapat ditingkatkan.
“Harapan kami inovasi terus ada agar mempermudah pekerjaan. Dengan penurunan TKD, semua harus berbasis IT sehingga mendukung efisiensi anggaran,” jelasnya.