BERITA TERKINI
Aturan Screen Time Aman untuk Anak: Batasi Paparan Layar Sejak Dini

Aturan Screen Time Aman untuk Anak: Batasi Paparan Layar Sejak Dini

Paparan layar berlebihan sejak dini dinilai dapat memengaruhi perkembangan anak, termasuk berkontribusi pada keterlambatan berbicara dan kesulitan komunikasi sosial. Dokter ahli saraf pediatrik Rafat Trivedi dari Marengo Asia Hospitals menjelaskan bahwa masalahnya bukan semata waktu menatap layar, melainkan paparan yang terlalu dini dan berlebihan, terutama pada dua hingga tiga tahun pertama kehidupan.

Menurut Trivedi, anak belajar paling baik melalui interaksi langsung, seperti percakapan, kontak mata, ekspresi wajah, gerakan, serta permainan timbal balik. Kesempatan belajar ini dapat berkurang ketika anak terlalu banyak menghabiskan waktu dengan perangkat digital.

Ia menambahkan, anak yang mengalami keterlambatan akibat paparan layar berlebihan umumnya menunjukkan perbaikan yang cepat setelah waktu layar dikurangi dan kesempatan interaksi ditingkatkan.

Trivedi merekomendasikan agar anak di bawah usia dua tahun sebisa mungkin dihindarkan dari paparan layar perangkat digital. Pengecualian diberikan untuk kebutuhan panggilan video dengan anggota keluarga.

Untuk anak berusia di atas dua tahun, ia menyarankan waktu menatap layar dibatasi kurang dari satu jam per hari. Orang tua juga disarankan memilih konten yang berkualitas, mengupayakan anak menonton dari layar berukuran besar, serta mendampingi dan mengawasi anak saat menggunakan gawai.

Selain membatasi screen time, Trivedi menekankan pentingnya memprioritaskan aktivitas yang mendukung interaksi dan perkembangan anak setiap hari, seperti berbicara, membaca, dan bermain bersama.

Ia juga menyarankan orang tua melibatkan anak dalam tugas rumah tangga yang disesuaikan dengan usia agar anak dapat menikmati kegiatan sekaligus belajar bertanggung jawab. Aktivitas lain yang dinilai penting mencakup kegiatan interaktif seperti bercerita, bermain peran, serta bermain bebas di luar ruangan.