Asus memastikan tidak akan meluncurkan model smartphone baru ke pasar mulai 2026. Keputusan ini berarti tidak ada penerus baru untuk dua lini ponsel utama perusahaan, Zenfone dan ROG Phone, yang selama ini menjadi wajah Asus di segmen smartphone.
Informasi tersebut disampaikan setelah muncul laporan bahwa Asus menghentikan pengembangan ponsel Android dan tidak akan menambahkan model baru di masa mendatang. Chairman Asus, Jonney Shih, menyatakan langkah itu merupakan keputusan strategis perusahaan. Meski demikian, Asus menegaskan tetap memberikan dukungan bagi pengguna perangkat yang sudah beredar.
Sejumlah laporan industri sebelumnya juga mengindikasikan Asus tidak akan merilis smartphone baru sepanjang 2026. Informasi itu disebut berasal dari komunikasi internal kepada mitra telekomunikasi dan distributor, yang menyatakan tidak ada rencana peluncuran perangkat baru dalam lini produk smartphone untuk tahun tersebut, termasuk Zenfone dan ROG Phone.
Zenfone dikenal sebagai seri smartphone mainstream yang debut pada 2014, sementara ROG Phone hadir sejak 2017 sebagai ponsel gaming dengan spesifikasi tinggi. Dalam konteks ini, istilah “exit” yang sempat beredar dipahami sebagai penghentian peluncuran perangkat baru, bukan penutupan total divisi ponsel maupun penghentian layanan untuk perangkat yang sudah dijual.
Asus menyatakan tetap berkomitmen pada layanan purna jual, pembaruan perangkat lunak, dukungan teknis, dan garansi bagi pemilik ponsel Asus yang ada. Bagi pengguna perangkat seperti Zenfone 12 Ultra atau ROG Phone 9 Series, perusahaan menyebut dukungan tersebut tetap berjalan, meski tidak ada model baru yang dirilis mulai 2026.
Seiring perubahan strategi ini, Asus akan mengalihkan fokus bisnis dan sumber daya riset serta pengembangan ke bidang lain, termasuk kecerdasan buatan (AI), robotik, serta perangkat komputasi dan server berbasis AI. Langkah tersebut disebut sejalan dengan arah industri teknologi yang kian menonjolkan pengembangan AI dan produk komputasi baru di luar smartphone tradisional.
Di sisi industri, keputusan Asus mencerminkan ketatnya persaingan dan tekanan bisnis di pasar smartphone, terutama bagi produsen di segmen menengah dan premium. Bagi konsumen yang menantikan generasi terbaru Zenfone atau ROG Phone, keputusan ini berarti peluang hadirnya penerus resmi dalam waktu dekat menjadi kecil.