BERITA TERKINI
Apple Resmikan Lima Developer Institute di Indonesia, Tawarkan Spesialisasi AI hingga Game

Apple Resmikan Lima Developer Institute di Indonesia, Tawarkan Spesialisasi AI hingga Game

Apple memperluas investasinya di Indonesia dengan menghadirkan lima Apple Developer Institute di sejumlah kota. Langkah ini disebut sebagai kelanjutan upaya perusahaan untuk memperkuat ekosistem pengembang serta ekonomi aplikasi iOS di Tanah Air.

Berbeda dengan Apple Developer Academy yang dirancang sebagai tahap awal untuk membangun fondasi, Apple Developer Institute ditujukan sebagai tahap lanjutan bagi peserta yang sudah memiliki pengalaman. Program ini menawarkan spesialisasi, antara lain kecerdasan buatan (AI), DevOps, pengembangan game, dan kewirausahaan.

Lima institut tersebut tersebar di Surabaya, Tangerang, Batam, dan Jakarta. Program pembelajaran menyasar pelajar, calon pengembang, hingga profesional.

Peresmian Apple Developer Institute di Jakarta dilakukan oleh Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Autograph Tower, Selasa (21/4/2026). “Ini merupakan bagian dari komitmen yang telah disepakati antara pemerintah dengan Apple,” kata Agus.

Komitmen yang dimaksud adalah investasi senilai 1 miliar dollar AS atau sekitar Rp 16 triliun, yang ditandatangani pada awal 2025. Agus mengatakan pemerintah menilai Apple menjaga komitmen tersebut dengan melaksanakan secara bertahap berbagai hal yang menjadi substansi dalam nota kesepahaman (MoU).

“Untuk itu, pemerintah memberikan apresiasi kepada Apple yang terus membuka peluang dan menunjukkan kepercayaan terhadap Indonesia,” ujarnya. Agus menambahkan, langkah ini menjadi sinyal positif bahwa Apple berkomitmen terhadap pasar Indonesia.

Secara teknis, setiap institut menawarkan program dengan durasi berbeda, mulai dari delapan bulan hingga dua tahun. Materi mencakup pengembangan AI dan machine learning, pengelolaan sistem cloud dan aplikasi skala besar, hingga pembuatan dan peluncuran game.

Senior Director Apple Developer Academy, Gordon Shukwit, mengatakan pemilihan fokus program seperti AI dan developer operations berkaitan dengan kebutuhan industri saat ini. “Kami melihat tren tersebut berkembang, dan mitra industri membutuhkan keterampilan tertentu, terutama di bidang DevOps dan AI,” kata Shukwit.

Secara keseluruhan, program ini diikuti hampir 200 peserta dengan fokus pada bidang AI, developer operations, pengembangan game, dan kewirausahaan.