BERITA TERKINI
Angga Dwimas Sasongko Ungkap Kriteria Gadget Ideal untuk Mendukung Proses Syuting

Angga Dwimas Sasongko Ungkap Kriteria Gadget Ideal untuk Mendukung Proses Syuting

Jakarta — Sutradara Angga Dwimas Sasongko mengungkapkan kriteria perangkat yang ia butuhkan untuk menunjang pekerjaan di lokasi syuting. Meski terbiasa menggunakan kamera dan monitor profesional, ia mengandalkan perangkat yang lebih mobile seperti smartphone dan tablet agar bisa lebih dekat dengan set.

Angga mengatakan, sebagai sutradara ia tidak ingin hanya berada di video village dan mengarahkan aktor dari jarak jauh. Karena itu, ia memilih tablet yang ringkas dan bisa digunakan sebagai monitor portabel, salah satunya Xiaomi Pad 8 Pro yang disebutnya compact dan dapat dikalungkan.

“Sutradara hari ini kan, karena kita masih muda-muda, kita penginnya lebih dekat ke kamera, lebih dekat ke set, mau langsung direct ke aktor,” kata Angga dalam workshop Xiaomi Pad 8 series.

Ia menjelaskan, tablet tersebut bisa digunakan dengan aplikasi yang terhubung ke kamera syuting dan video village, sehingga ia dapat memantau frame kapan saja dan di mana saja. “Saya bisa pakai ini, saya pakai aplikasi yang nyambung sama kamera syuting saya, yang nyambung sama video village saya, saya bisa lihat frame saya anytime, anywhere,” ujarnya.

Selain ukuran yang ringkas, Angga menekankan pentingnya layar yang cerah agar tampilan frame tetap jelas dalam berbagai kondisi pencahayaan. Ia menyebut membutuhkan perangkat dengan kualitas layar yang baik sehingga tidak perlu menutupi layar dengan jaket agar gambar terlihat.

“Saya butuh satu device yang punya kualitas monitor layar yang bagus, yang saya nggak perlu nutupin pakai jaket biar kelihatan, jadi saya bisa lihat dalam satu frame apa saja yang harus saya benerin,” katanya.

Tak hanya untuk kebutuhan syuting, Angga juga memakai tablet untuk mendukung aktivitas sehari-harinya sebagai CEO Visinema, termasuk mengurus berbagai dokumen. Ia menyebut Xiaomi Pad 8 series mendukung WPS Office PC-level untuk mengolah dokumen dalam berbagai format, serta dilengkapi stylus Focus Pen Pro yang memudahkannya membuat storyboard.

“Saya butuh tablet yang ringkas yang saya bisa baca, saya bisa gambar, saya bisa langsung bikin storyboard, lalu kemudian coret-coret untuk ngasih sekedar ide untuk gerakan kamera,” ujar Angga.

Ia menambahkan, membawa perangkat digital membantunya menyimpan ide di tengah banyaknya proyek dan durasi pekerjaan yang panjang. “Saya nggak mungkin dengan segitu kompleks banyaknya proyek dengan waktu yang panjang, saya cuma bawa misalnya kertas begitu. Pasti kalau hilang, selesai tuh langsung idenya hilang,” kelakarnya.