Sekretaris Panitia Khusus (Pansus) LKPJ Gubernur Tahun 2025, Angelia Regina Wenas, menyoroti kesenjangan akses digital di Sulawesi Utara saat pembahasan bersama mitra kerja Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, Senin (13/4/2026).
Dalam rapat tersebut, Wenas mengungkapkan masih ada tiga desa di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur yang hingga kini belum menikmati akses internet. Ia menilai kondisi itu sebagai persoalan serius yang perlu segera mendapat perhatian.
Menurut Wenas, di tengah perkembangan yang serba digital, internet bukan lagi kebutuhan tambahan, melainkan telah menjadi hak dasar masyarakat. Ia menekankan pentingnya konektivitas untuk membuka akses terhadap informasi, pendidikan, hingga pelayanan publik.
“Di era digital saat ini, konektivitas sangat penting untuk membuka akses terhadap informasi, pendidikan, hingga pelayanan publik. Ketika masih ada wilayah yang belum tersentuh internet, itu berarti masih ada kesenjangan pembangunan yang harus segera kita selesaikan,” kata politisi Partai Demokrat tersebut.
Wenas menilai keterbatasan akses internet berpotensi menghambat kemajuan masyarakat desa, terutama dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia dan perluasan peluang ekonomi. Karena itu, ia mendorong pemerintah daerah bersama pihak terkait untuk mempercepat pemerataan infrastruktur jaringan, khususnya di wilayah yang masih tertinggal.
“Perlu langkah konkret dan percepatan pembangunan jaringan agar masyarakat di desa-desa tersebut tidak terus tertinggal. Kita ingin memastikan keadilan pembangunan benar-benar dirasakan oleh seluruh masyarakat,” ujarnya.
Personel Komisi II DPRD Sulut itu juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, penyedia layanan, dan para pemangku kepentingan lainnya untuk menghadirkan akses digital yang merata di seluruh wilayah Sulawesi Utara.
Dengan pemerataan akses internet, Wenas berharap masyarakat di Bolaang Mongondow Timur dapat memperoleh peluang yang setara dalam mengakses informasi, pendidikan, dan layanan publik, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih inklusif dan berkelanjutan.