Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) berupa edukasi manajemen waktu penggunaan gadget melalui metode screen timer bagi anak-anak di lingkungan Mushola Nurul Iman Assalam, Duri Kosambi, Jakarta Barat, Minggu (19/4). Kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan kesadaran anak dalam mengelola durasi penggunaan perangkat digital secara bijak.
Program tersebut dipimpin Vicky Windasari sebagai ketua pelaksana, didampingi tutor Viani Naufalia, Gurhanawan, dan Moehammad Shadiq Helmy, serta didukung mahasiswa. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, dengan fokus pada literasi digital sejak usia dini.
Dalam sambutannya, Vicky menekankan pentingnya edukasi untuk membentuk kebiasaan digital yang sehat pada anak. “Kami ingin memberikan pemahaman bahwa penggunaan gadget harus diatur dengan baik, agar anak-anak tetap bisa belajar, bermain, dan berkembang tanpa dampak negatif dari penggunaan berlebihan,” ujarnya.
Viani menjelaskan, metode screen timer membantu anak memahami batasan waktu saat menggunakan perangkat digital seperti ponsel, televisi, maupun laptop. Ia juga menyoroti pentingnya manajemen waktu agar anak terhindar dari risiko gangguan emosional akibat penggunaan berlebihan.
Sementara itu, Gurhanawan menambahkan bahwa pengelolaan waktu layar tidak hanya terkait durasi, tetapi juga kualitas aktivitas digital yang dilakukan anak. Menurutnya, penggunaan gadget perlu disertai kesadaran akan dampaknya, baik secara fisik maupun mental, agar anak dapat lebih bijak memanfaatkannya.
Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi, simulasi, serta praktik langsung pengaturan screen timer. Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan mereka mengikuti materi hingga sesi tanya jawab.
Menutup kegiatan, Vicky berharap edukasi yang diberikan dapat berdampak jangka panjang. “Kami berharap anak-anak dapat menerapkan manajemen waktu penggunaan gadget dalam kehidupan sehari-hari, sehingga tumbuh menjadi generasi yang cerdas secara digital dan sehat secara emosional,” katanya.