Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Barito Utara menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Pendidikan di ruang rapat bersama kantor DPRD, Selasa (7/4). Rapat tersebut membahas hasil reses anggota dewan serta sejumlah persoalan yang masih dihadapi sektor pendidikan di daerah itu.
RDP yang berlangsung sekitar dua jam itu dipimpin Wakil Ketua II DPRD Barito Utara, Hj. Henny Rosgiaty Rusli. Dari pihak Dinas Pendidikan, hadir kepala dinas beserta jajaran terkait untuk menyampaikan capaian sekaligus kendala teknis di lapangan.
Salah satu isu yang dibahas adalah distribusi alat-alat sekolah dan modul pembelajaran. Berdasarkan hasil reses anggota dewan di daerah pemilihannya, bantuan tersebut disebut sudah sampai dan dapat dimanfaatkan peserta didik.
“Di wilayah dapil II yang mencakup Kecamatan Lahei, Lahei Barat, Teweh Timur, dan Gunung Purei. Menurut hasil reses, memang benar bahwa alat-alat sekolah dan modular sudah sampai dan bisa digunakan,” ujar Henny.
Meski demikian, Henny menyoroti kendala yang dinilai masih menjadi persoalan utama, yakni akses jaringan internet. Ia menyebut para pelajar dan tenaga pengajar di sejumlah wilayah masih mengalami kesulitan mendapatkan sinyal yang memadai.
“Sampai saat ini masih terkendala sinyal jaringan internet. Ini menjadi persoalan serius karena di era digital seperti sekarang, akses internet adalah kebutuhan dasar dalam proses belajar mengajar,” tegasnya.
Henny juga menekankan pentingnya kemudahan akses jaringan bagi siswa dari keluarga tidak mampu. Menurutnya, keterjangkauan internet tidak hanya mendukung kelancaran pembelajaran, tetapi juga berperan dalam memperluas literasi teknologi sejak dini.
“Bagi mereka yang tidak mampu, adanya sinyal yang bisa diakses dengan mudah bisa sangat membantu hal-hal di bidang pendidikan dan melek teknologi sedini mungkin. Ini investasi masa depan daerah,” imbuhnya.
Di akhir pernyataannya, Henny meminta Dinas Pendidikan Barito Utara tidak berhenti pada distribusi sarana pembelajaran. Ia mendorong agar perhatian juga difokuskan pada peningkatan sarana dan prasarana pendukung, terutama terkait infrastruktur telekomunikasi.
“Dengan segala hal yang sudah berjalan, tolong kembali dibantu untuk sarana dan prasarannya. Lebih mengaktifkan lagi. Jangan sampai alat sudah ada tapi tidak bisa dimanfaatkan maksimal karena jaringan yang buruk,” pungkasnya.