Pemadaman dan pembatasan akses internet di Iran dilaporkan telah memasuki hari ke-32. Kelompok pemantau internet NetBlocks menyebutkan sebagian besar pengguna di negara itu terputus dari dunia luar selama lebih dari 744 jam.
Dalam periode tersebut, tingkat konektivitas Iran ke jaringan global disebut hanya berada di sekitar 1 persen dari kondisi normal. Situasi ini membuat mayoritas masyarakat kesulitan mengakses informasi serta berkomunikasi dengan pihak di luar negeri.
Di tengah pembatasan, sejumlah pejabat, pengguna pro-pemerintah, dan jurnalis tertentu dilaporkan masih dapat mengakses internet tanpa pembatasan. Sementara itu, sebagian warga lainnya disebut harus membayar mahal agar tetap bisa terhubung.
Sejumlah orang juga diketahui mencoba menggunakan layanan internet satelit seperti Starlink dan metode lain, meski biayanya sangat tinggi. Namun, di Iran penggunaan atau kepemilikan Starlink dapat berujung hukuman penjara hingga dua tahun, dan pihak berwenang terus berupaya menindak praktik tersebut.