JAKARTA — Transformasi teknologi di industri pasar modal semakin mengarah pada pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan data real-time. Perubahan ini dinilai mendorong cara baru investor, khususnya investor ritel, dalam memantau pergerakan harga dan mengambil keputusan di pasar saham.
PT Indo Premier Sekuritas melalui platform IPOT memperkenalkan pendekatan trading saham berbasis AI real-time dan indikator live yang disebut dapat meningkatkan kualitas pengambilan keputusan investor. Chief Marketing Officer IPOT Sergio Ticoalu mengatakan, inisiatif tersebut bukan sekadar pembaruan teknologi, melainkan bagian dari perubahan struktural dalam industri investasi.
“Tidak hanya sebagai inovasi teknologi, langkah ini juga menjadi bagian dari transformasi industri, di mana akses terhadap sistem trading yang sebelumnya identik dengan investor institusi kini mulai terbuka untuk investor ritel,” ujar Sergio dalam keterangan resmi, Selasa (21/4/2026).
Dalam perkembangan pasar global, penggunaan data real-time, algoritma, dan analisis order flow telah menjadi standar dalam pengambilan keputusan investasi, terutama di pasar maju seperti Amerika Serikat. Namun di Indonesia, sebagian broker ritel masih menggunakan sistem trading konvensional yang dinilai belum sepenuhnya mengikuti dinamika pasar modern.
Kondisi tersebut disebut berpotensi membuat keputusan investasi kurang relevan dengan situasi pasar yang bergerak cepat dan volatil. Keterlambatan informasi, meski dalam skala kecil, dapat berdampak pada hasil trading, mulai dari waktu masuk (entry) yang tidak optimal hingga waktu keluar (exit) yang terlambat.
Untuk merespons kebutuhan itu, IPOT menghadirkan sejumlah fitur berbasis AI yang memungkinkan investor memantau pergerakan pasar dalam waktu singkat. Fitur yang diperkenalkan antara lain AI Live, Bandar Action, LADI, serta Hit Action yang terdiri dari HAKA dan HAKI.
Melalui fitur-fitur tersebut, data pasar yang sebelumnya hanya tampil sebagai angka diolah menjadi insight yang lebih mudah dipahami investor. IPOT juga menyebut keberadaan Live Order Book dan Order Queue dapat memberikan transparansi lebih tinggi terhadap dinamika permintaan dan penawaran di pasar saham.
Sergio menilai pendekatan berbasis AI real-time turut mengubah cara investor mengambil keputusan. Jika sebelumnya keputusan kerap didasarkan pada opini, rumor, atau data yang tertunda, investor kini dapat merujuk langsung pada kondisi pasar yang sedang berlangsung.
Dalam praktiknya, penggunaan data real-time dan analisis berbasis AI dinilai membantu investor mengidentifikasi momentum lebih cepat, mengurangi keterlambatan saat entry, serta menyusun strategi trading yang lebih terukur. Pendekatan ini juga disebut dapat mengurangi ketergantungan pada spekulasi karena investor memiliki akses pada data yang lebih komprehensif dan terkini.