BERITA TERKINI
AI Mengotomatisasi Coding, Fokus Kerja Programmer Bergeser ke Desain dan Arsitektur

AI Mengotomatisasi Coding, Fokus Kerja Programmer Bergeser ke Desain dan Arsitektur

Peran programmer yang selama ini lekat dengan aktivitas menulis barisan kode mulai mengalami perubahan seiring makin luasnya penggunaan kecerdasan buatan (AI). Sejumlah pekerjaan coding kini dinilai semakin banyak diotomatisasi oleh model AI, sehingga fokus kerja developer bergeser dari penulisan kode ke persoalan yang lebih konseptual.

CEO Perplexity AI, Aravind Srinivas, menyoroti pergeseran tersebut saat mengutip ulang sebuah unggahan di media sosial yang membahas bagaimana model bahasa besar (large language models/LLM) mulai mengotomatisasi pekerjaan coding. Unggahan itu disebut meraih lebih dari 15.000 like dan hampir satu juta tayangan, serta menyampaikan pandangan bahwa otomatisasi AI dapat mendorong ilmu komputer kembali dekat dengan akar yang beririsan dengan matematika dan fisika. Srinivas menanggapi unggahan itu singkat dengan pernyataan “well said”.

Sejumlah data turut menggambarkan bagaimana AI mempercepat pekerjaan programmer. Studi Microsoft pada 2023, misalnya, menemukan penggunaan GitHub Copilot meningkatkan pekerjaan hingga 55,8 persen. Sementara itu, indeks “AI Exposure” milik Anthropic menempatkan profesi programmer pada tingkat cakupan tugas oleh LLM sekitar 75 persen, tertinggi dibanding profesi lain yang diteliti.

Temuan tersebut menunjukkan AI bukan hanya mempercepat proses coding, tetapi juga mampu menangani bagian besar dari tugas-tugas yang sebelumnya dikerjakan secara manual. Pekerjaan seperti menyusun struktur kode dasar, memperbaiki kesalahan sintaks, hingga menghasilkan potongan program, disebut semakin banyak dilakukan dengan bantuan model AI.

Dengan semakin terotomatisasinya tugas penulisan dan perapian kode, fokus kerja software engineer pun bergeser. Programmer dinilai lebih banyak memikirkan hal-hal yang lebih kompleks, seperti bagaimana sistem dapat gagal, kompromi dalam desain (trade off), serta memastikan arsitektur tetap stabil ketika digunakan dalam skala besar.

Pandangan bahwa ilmu komputer perlahan kembali ke akar seperti logika, matematika, dan cara berpikir sistematis juga disampaikan CEO Anthropic, Dario Amodei. Ia menyebut AI berpotensi menangani sebagian besar pekerjaan software engineer dalam 6 hingga 12 bulan ke depan. Amodei juga mengatakan beberapa engineer di Anthropic kini tidak lagi menulis kode secara langsung karena tugas tersebut sudah dikerjakan model AI.