AI Center Makassar mendorong talenta digital mengembangkan proyek Artificial Intelligence (AI) menjadi produk bisnis dengan model pendapatan berkelanjutan melalui program AI Clinic.
Kebutuhan talenta digital di Indonesia terus meningkat seiring pesatnya perkembangan ekonomi digital. Laporan Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia bersama World Bank mencatat Indonesia membutuhkan sekitar 9 juta talenta digital hingga 2030, atau sekitar 600 ribu talenta per tahun. Namun, banyak talenta teknologi masih berfokus pada pengembangan prototipe atau portofolio tanpa pendampingan yang memadai untuk mengubah inovasi menjadi produk bisnis yang berkelanjutan.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Telkom Indonesia melalui Telkom AI Center of Excellence Makassar menggelar AI Clinic for Business: Turning AI Projects into Recurring Income pada Sabtu di penghujung pekan pertama Maret 2026, di Telkom AI Center Makassar. Program ini menjadi ruang diskusi dan mentoring bagi talenta digital agar proyek AI yang sebelumnya masih berupa prototipe atau portofolio dapat dikembangkan menjadi produk bernilai komersial.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai strategi komersialisasi solusi AI, mulai dari penyusunan model bisnis, identifikasi kebutuhan pasar, hingga pengembangan skema monetisasi berbasis recurring income. Pendekatan ini ditujukan agar talenta teknologi tidak hanya menghasilkan inovasi teknis, tetapi juga memahami cara menghadirkan produk AI yang relevan dan berkelanjutan di pasar.
Sesi pembukaan menghadirkan pemaparan dari Khairul Umam yang membahas strategi pengembangan model bisnis serta peluang inkubasi bagi startup berbasis teknologi. Sementara itu, Kholil Haq Al Hakim memberikan wawasan terkait penguatan aspek teknis dan implementasi AI agar solusi yang dikembangkan peserta lebih siap diterapkan di dunia industri.
Setelah sesi materi, kegiatan dilanjutkan dengan mentoring one-on-one. Setiap tim memperoleh masukan spesifik terkait strategi bisnis, kesiapan teknologi, serta peluang komersialisasi solusi AI yang mereka kembangkan. Sesi ini memberi kesempatan bagi peserta untuk mendapatkan arahan praktis yang dapat langsung diterapkan pada pengembangan proyek.
Salah satu peserta, Silmi Hafizat, menilai sesi mentoring memberikan perspektif baru dalam mengembangkan proyek teknologi menjadi produk bisnis. “Sesi mentoring sangat membuka wawasan kami, bukan hanya dari sisi teknis tetapi juga bagaimana menyusun model bisnis yang realistis dan skema pendapatan berulang. Kami jadi lebih memahami langkah konkret untuk membawa prototipe kami ke pasar,” ujarnya.
Adapun Mizan Lazuardi menyampaikan AI Clinic dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara kemampuan teknis dan kesiapan komersial talenta digital. “Kami ingin memastikan inovasi AI tidak berhenti pada tahap prototipe, tetapi berkembang menjadi produk digital yang memiliki model pendapatan berkelanjutan dan dapat memberikan manfaat nyata bagi dunia usaha,” jelasnya.
Melalui program ini, Telkom AI Center Makassar menargetkan peningkatan keterampilan teknologi sekaligus membangun pola pikir kewirausahaan digital bagi talenta muda. Inisiatif tersebut diharapkan melahirkan lebih banyak inovasi AI yang berkembang menjadi startup teknologi dan solusi digital dengan dampak nyata bagi dunia usaha, khususnya sektor UMKM, serta memperkuat ekosistem ekonomi digital di Indonesia Timur.