BERITA TERKINI
6 Aplikasi Investasi Emas yang Populer untuk Dipertimbangkan pada 2026

6 Aplikasi Investasi Emas yang Populer untuk Dipertimbangkan pada 2026

Investasi emas kini tidak selalu harus membeli logam mulia secara fisik di toko. Melalui berbagai aplikasi, masyarakat dapat mulai berinvestasi dari nominal kecil, memantau harga harian, hingga menjual kembali emas hanya lewat beberapa langkah di ponsel.

Sejumlah platform menawarkan layanan tabungan emas digital dengan karakteristik berbeda—mulai dari yang terhubung dengan lembaga keuangan, terintegrasi dengan aplikasi belanja, hingga opsi emas berbasis token kripto. Berikut enam aplikasi investasi emas yang populer untuk dipertimbangkan.

1. Pegadaian Digital

Pegadaian Digital dikenal sebagai salah satu pionir tabungan emas di Indonesia dan berafiliasi dengan lembaga keuangan milik negara. Bagi sebagian orang, layanan ini menjadi pintu masuk untuk belajar menabung emas karena nama institusinya sudah luas dikenal.

Keunggulannya antara lain terhubung dengan layanan Pegadaian konvensional, minimal pembelian yang rendah, serta opsi mencetak emas fisik ketika saldo mencukupi. Saldo emas juga dapat dimanfaatkan sebagai jaminan gadai apabila membutuhkan likuiditas.

Hal yang perlu diperhatikan, jam operasional transaksi biasanya mengikuti ketentuan tertentu sehingga tidak selalu berjalan penuh 24 jam. Selain itu, terdapat biaya penyimpanan atau administrasi yang perlu dicermati, terutama jika menabung dalam jumlah besar.

2. Tokopedia Emas

Tokopedia Emas menyasar pengguna yang ingin berinvestasi tanpa keluar dari ekosistem e-commerce. Keunggulannya terletak pada kenyamanan karena pengguna tidak perlu memasang aplikasi baru.

Pengisian saldo emas dapat dilakukan bersamaan dengan pembayaran lain seperti belanja atau tagihan. Minimal pembelian yang rendah membuatnya mudah dijadikan kebiasaan rutin. Antarmuka yang sederhana juga dinilai ramah bagi pemula. Pada periode tertentu, tersedia fitur pembelian berkala (auto top up) dalam beberapa kampanye.

Namun, fitur investasi di aplikasi serba ada berpotensi “tenggelam” di antara banyak menu, sehingga pengguna perlu lebih disiplin untuk memantau. Selain itu, layanan ini lebih berfokus pada tabungan praktis sehingga tidak semua fitur investasi lanjutan tersedia.

3. Bareksa Emas

Bareksa dikenal sebagai marketplace reksa dana dan SBN, namun juga menyediakan fitur investasi emas. Platform ini menyasar pengguna yang ingin menggabungkan instrumen emas dan produk investasi lain dalam satu ekosistem.

Keunggulannya, satu akun dapat digunakan untuk reksa dana, SBN, dan emas sehingga memudahkan pelacakan portofolio secara menyeluruh. Aplikasi ini juga dinilai cocok bagi pengguna yang sudah terbiasa menganalisis produk finansial dan ingin menempatkan emas sebagai diversifikasi defensif. Materi edukasi investasi turut tersedia.

Di sisi lain, bagi pemula yang hanya ingin menabung emas, tampilan dan ragam fitur bisa terasa lebih kompleks. Selain itu, pengembangan produk dan kampanye Bareksa kerap lebih menonjolkan reksa dana dan SBN, sementara emas menjadi salah satu fitur pendukung.

4. Lakuemas

Lakuemas merupakan aplikasi yang berfokus pada emas, dengan konsep tabungan emas digital dan opsi cetak fisik ketika saldo mencukupi. Karena spesifik pada emas, tampilan dan fitur dirancang untuk kebutuhan beli, simpan, jual, dan cetak.

Platform ini juga menyediakan fitur kirim atau gifting emas ke pengguna lain, yang dapat dimanfaatkan untuk hadiah atau pengenalan investasi kepada keluarga dan teman. Minimal pembelian relatif terjangkau, dan tersedia berbagai pilihan gramasi untuk cetak fisik.

Yang perlu dicermati, karena fokus pada emas, pengguna tetap membutuhkan aplikasi lain jika ingin mengakses instrumen investasi yang lebih beragam. Pengguna juga disarankan mengecek struktur biaya cetak dan pengiriman emas fisik sebelum memutuskan untuk sering mencetak.

5. Shopee Emas

Shopee Emas terintegrasi dengan ekosistem Shopee dan menawarkan kemudahan yang serupa dengan layanan emas di aplikasi belanja lainnya. Pengguna yang sering beraktivitas di aplikasi ini dapat menyisihkan dana untuk emas tanpa berpindah platform.

Keunggulannya adalah akses yang mudah bagi pengguna yang sudah familiar dengan Shopee. Pada momen tertentu, pengguna juga dapat memanfaatkan kampanye tematik untuk menambah saldo emas. Fitur beli dan jual dibuat sederhana sehingga relatif tidak mengintimidasi pemula.

Namun, seperti layanan investasi di super app, fitur emas bisa saja tenggelam di tengah promo dan notifikasi belanja. Bagi pengguna yang ingin manajemen keuangan lebih disiplin, diperlukan usaha ekstra agar tidak terdorong meningkatkan konsumsi.

6. Pintu (emas token PAXG & XAUT)

Berbeda dari aplikasi emas konvensional, Pintu menawarkan eksposur emas melalui token kripto, yakni PAX Gold (PAXG) dan Tether Gold (XAUT). Keduanya termasuk tokenized gold, yaitu aset kripto yang mewakili kepemilikan atas emas fisik dengan rasio tertentu (umumnya 1 token setara 1 troy ounce emas) yang disimpan di brankas internasional dan diaudit.

PAXG diterbitkan oleh Paxos, perusahaan keuangan berbasis di Amerika Serikat yang diawasi regulator setempat. Keunggulan PAXG antara lain memberikan eksposur ke harga emas London (LBMA) dalam bentuk token kripto, serta didukung audit cadangan yang dinilai meningkatkan transparansi.

Sementara itu, XAUT diterbitkan oleh Tether, perusahaan yang juga menerbitkan stablecoin USDT. Dalam penjelasan umum, satu XAUT biasanya didukung emas fisik 1:1 yang disimpan di brankas (misalnya di Swiss). Keunggulannya disebut terkait ekosistem Tether yang besar, sehingga likuiditas dan adopsinya cukup luas di berbagai platform global.

Investasi emas token di Pintu juga menawarkan sejumlah karakteristik khas kripto, seperti transaksi yang bisa dilakukan 24/7, likuiditas yang memungkinkan jual-beli lebih cepat, serta nominal yang fleksibel karena pembelian dapat dilakukan dalam pecahan kecil. Dalam satu aplikasi, pengguna juga dapat mengelola emas token bersamaan dengan aset kripto lain untuk pengaturan alokasi portofolio. Karena berbasis blockchain, token emas relatif mudah dipindahkan antar wallet sesuai aturan yang berlaku.

Meski berbasis emas, PAXG dan XAUT tetap dikategorikan sebagai aset kripto. Pengguna perlu memahami adanya potensi perbedaan harga (spread) di tiap platform, serta risiko khas kripto seperti keamanan akun dan pengelolaan private key jika menyimpan aset di wallet pribadi. Regulasi aset kripto di Indonesia juga terus berkembang, sehingga pengguna disarankan mengikuti kebijakan terbaru dan bertransaksi di platform yang terdaftar atau berizin.

Tips memilih aplikasi investasi emas

Pilihan aplikasi yang beragam membuat pengguna perlu menyesuaikannya dengan tujuan. Bagi pemula yang mengutamakan rasa aman institusional, Pegadaian Digital dapat menjadi opsi. Pengguna yang ingin praktis di dalam super app belanja bisa mempertimbangkan Tokopedia Emas atau Shopee Emas. Jika ingin menggabungkan emas dengan produk investasi tradisional lain, Bareksa dapat dilirik. Sementara bagi yang fokus pada emas dan kemudahan cetak fisik, Lakuemas menjadi alternatif. Adapun pengguna yang menginginkan kombinasi emas, teknologi blockchain, serta fleksibilitas transaksi 24/7 dapat mempertimbangkan Pintu melalui PAXG dan XAUT.

Pada akhirnya, tidak ada satu aplikasi yang paling tepat untuk semua orang. Hal yang dinilai penting adalah menetapkan tujuan investasi, memahami risiko, serta konsisten menjalankan rencana menabung atau berinvestasi.