CEO Meta Mark Zuckerberg mengumumkan peluncuran program Meta Small Business, sebuah inisiatif baru yang ditujukan untuk memperluas adopsi kecerdasan buatan (AI) di kalangan usaha kecil dan menengah (UKM). Program ini menjadi bagian dari strategi Meta untuk memperkuat posisinya dalam persaingan teknologi AI, dengan menempatkan bisnis kecil sebagai fokus utama.
Informasi mengenai inisiatif tersebut tercantum dalam memo internal Zuckerberg kepada karyawan, yang dilaporkan Axios dan dikutip KompasTekno. Dalam memo itu, Zuckerberg menegaskan bahwa UKM telah lama menjadi bagian penting dari model bisnis Meta. Ia menyebut puluhan juta pelaku UKM di berbagai negara telah memanfaatkan platform Meta seperti Facebook, Instagram, dan WhatsApp untuk mengembangkan usaha serta menjangkau pelanggan.
“Di era AI, seharusnya semakin mudah bagi siapa pun untuk membangun bisnis baru. Kami ingin membangun layanan yang memungkinkan hal itu,” tulis Zuckerberg. Ia menambahkan, inisiatif ini juga bertujuan agar manfaat perkembangan AI dapat dirasakan lebih luas, tidak hanya oleh perusahaan besar, tetapi juga oleh pelaku usaha kecil.
Meta Small Business akan difokuskan pada pengembangan layanan berbasis AI yang dapat membantu pelaku usaha menjalankan bisnis lebih efisien, mulai dari pemasaran, komunikasi dengan pelanggan, hingga pengelolaan operasional. Meta menilai peluang di segmen ini besar, mengingat lebih dari 250 juta bisnis kecil di seluruh dunia telah menggunakan platformnya untuk berinteraksi dengan pelanggan.
Di tengah tren industri yang banyak menghadirkan solusi untuk perusahaan skala besar, Meta memilih memperkuat lini UKM dengan menawarkan teknologi AI yang dinilai lebih mudah diakses dan digunakan.
Program ini akan dipimpin jajaran eksekutif senior Meta, termasuk Presiden sekaligus Vice Chairman Dina Powell McCormick serta Head of Product Naomi Gleit. Zuckerberg juga mendorong karyawan dari berbagai divisi—mulai dari engineer, desainer, hingga manajer produk—untuk terlibat dalam pengembangan program tersebut.
Pasar UKM sendiri menjadi perhatian banyak perusahaan teknologi. Google menawarkan Google Workspace yang mencakup email bisnis, kolaborasi dokumen, dan manajemen tim. Microsoft menghadirkan Microsoft 365 dengan layanan serupa yang terintegrasi dengan ekosistem Windows. Sementara Apple meluncurkan Apple Business, platform terpadu yang menggabungkan manajemen perangkat, komunikasi, hingga branding dalam satu layanan.
Kehadiran berbagai layanan ini menunjukkan bahwa segmen UKM kian menjadi fokus dalam persaingan layanan digital, termasuk dalam perluasan penggunaan teknologi AI.