JAKARTA — Pabrikan mobil listrik asal China, Xpeng, menempatkan teknologi dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) sebagai nilai tambah utama produknya di pasar Indonesia. Strategi ini disebut menjadi pembeda dibandingkan sejumlah merek mobil listrik lain yang lebih menekankan aspek spesifikasi kendaraan.
VP Marketing Xpeng Indonesia, Hari Arifianto, mengatakan perusahaan terus mencari peluang untuk memberikan nilai lebih kepada pelanggan melalui kekuatan di bidang teknologi informasi dan AI.
Hari mencontohkan, beberapa fitur baru pada mobil Xpeng dapat hadir melalui pembaruan perangkat lunak tanpa perlu pemilik kendaraan datang ke bengkel. Salah satu ilustrasi yang ia sampaikan adalah kemampuan baru seperti fitur karaoke yang bisa aktif melalui pembaruan, tanpa menggunakan mikrofon.
Selain itu, Xpeng juga menawarkan fitur perintah pintar bernama X-Combo. Fitur ini memungkinkan kendaraan menjalankan beberapa fungsi sekaligus hanya dengan satu perintah suara.
Menurut Hari, hadirnya berbagai fitur tersebut dimungkinkan oleh sistem pembaruan perangkat lunak secara over the air (OTA), yang konsepnya serupa dengan pembaruan pada smartphone. Pembaruan dapat dilakukan dari rumah selama tersedia koneksi Wi-Fi.
Pemanfaatan teknologi juga disebut terlihat pada fungsi kamera 360 derajat yang dapat digunakan sebagai sistem keamanan tambahan melalui fitur X-Guard. Dengan fitur tersebut, kamera bawaan kendaraan dapat berperan layaknya perangkat keamanan tanpa perlu memasang kamera terpisah seperti dashcam.