BERITA TERKINI
Xiaomi Umumkan Miclaw, Proyek Asisten AI Eksperimental yang Bisa Menjalankan Tugas Lintas Aplikasi

Xiaomi Umumkan Miclaw, Proyek Asisten AI Eksperimental yang Bisa Menjalankan Tugas Lintas Aplikasi

Xiaomi mengumumkan proyek kecerdasan buatan (AI) eksperimental terbaru bernama Xiaomi Miclaw. Fitur ini dirancang untuk mengubah ponsel pintar menjadi asisten AI otonom yang dapat menjalankan tugas lintas aplikasi serta fitur sistem secara mandiri.

Berbeda dari asisten virtual konvensional yang umumnya hanya menjawab pertanyaan, Miclaw dibangun di atas model bahasa besar (Large Language Model/LLM) internal Xiaomi bernama MiMo. Sistem ini disebut berfokus pada kemampuan memahami niat pengguna (user intent) untuk menuntaskan tugas yang lebih kompleks dengan berinteraksi langsung dengan berbagai modul di dalam perangkat.

Menurut laporan Gizmochina pada Senin (9/3/20206), inti kemampuan Miclaw terletak pada mekanisme yang disebut Xiaomi sebagai “Inference-Execution Loop”. Dalam siklus tersebut, AI akan menganalisis permintaan pengguna, memilih alat serta parameter yang relevan, mengeksekusi tindakan, lalu meninjau hasilnya secara berulang hingga tugas dinyatakan selesai.

Xiaomi menyebut proses itu berjalan secara asinkron, sehingga kinerja ponsel tetap stabil meski Miclaw bekerja di latar belakang. Selain itu, Miclaw turut dibekali sistem memori yang dapat mempelajari pola penggunaan berulang dan mengompresi konteks interaksi lama agar tetap relevan untuk kebutuhan jangka panjang.

Miclaw juga tidak dibatasi pada fungsi internal ponsel. Melalui integrasi dengan platform Mi Home, asisten ini diklaim dapat memantau status perangkat rumah pintar dan mengirim perintah kontrol sesuai izin pengguna.

Untuk memperluas kemampuan, Xiaomi membuka dukungan bagi pengembang pihak ketiga melalui dua jalur. Pertama, Model Context Protocol (MCP), yaitu standar terbuka agar alat AI dari platform lain dapat terintegrasi dengan Miclaw. Kedua, Software Development Kit (SDK) yang memungkinkan pengembang mendeklarasikan kapabilitas aplikasi mereka agar dapat dipanggil oleh AI saat diperlukan.

Karena masih berstatus eksperimental, Xiaomi menyatakan aspek reliabilitas, konsumsi daya, dan tingkat keberhasilan dalam menyelesaikan tugas kompleks masih terus disempurnakan. Peluncuran awal Miclaw pun dilakukan lewat program closed beta berbasis undangan.

Xiaomi menyarankan penguji tidak memasang build eksperimental ini pada perangkat utama dan diminta melakukan pencadangan data terlebih dahulu. Saat ini, dukungan perangkat disebut terbatas pada lini flagship terbaru, yaitu Xiaomi 17 dan 17 Pro, Xiaomi 17 Pro Max, Xiaomi 17 Ultra, serta Xiaomi 17 Ultra Leica Edition.

Terkait keamanan data, Xiaomi menegaskan interaksi pengguna dengan Miclaw tidak akan digunakan untuk melatih model AI mereka. Perusahaan menyebut menerapkan pendekatan edge-cloud privacy computing, dengan informasi sensitif diproses secara lokal di perangkat untuk menjaga privasi pengguna.

Langkah Xiaomi ini menandai persaingan baru di ranah “AI Agent” pada ponsel pintar, dengan fitur serupa sebelumnya telah diperkenalkan oleh kompetitor seperti Honor.