BERITA TERKINI
xAI Gratiskan Akses Grok 4 Secara Terbatas, Fitur Grok 4 Heavy Tetap Berbayar

xAI Gratiskan Akses Grok 4 Secara Terbatas, Fitur Grok 4 Heavy Tetap Berbayar

Pendiri sekaligus CEO xAI, Elon Musk, mengumumkan bahwa model AI terbaru perusahaan, Grok 4, kini dapat diakses secara gratis oleh seluruh pengguna di dunia. Kebijakan ini diumumkan hanya beberapa hari setelah OpenAI merilis GPT-5 yang juga ditawarkan tanpa biaya.

Melalui unggahan di akun X (sebelumnya Twitter) milik perusahaan pada Minggu (10/8/2025), xAI menyatakan akan membuka akses gratis Grok 4 untuk sementara waktu. Perusahaan juga menyebut akan menerapkan batas penggunaan yang besar agar pengguna dapat mengeksplorasi kemampuan Grok 4 secara maksimal.

Sebelumnya, Grok 4 hanya tersedia bagi pelanggan paket SuperGrok dan X Premium, yang merupakan layanan berbayar xAI. Dengan perubahan ini, pengguna yang tidak berlangganan tetap bisa mencoba Grok 4 tanpa membayar biaya langganan.

Namun, fitur paling canggih dari Grok 4, yakni Grok 4 Heavy, tetap dibatasi hanya untuk pelanggan SuperGrok Heavy. Paket tersebut disebut memiliki biaya sekitar 300 dollar AS per bulan atau setara Rp 4,9 juta.

Dua mode penggunaan

Grok 4 menawarkan dua mode, yaitu Auto dan Expert. Pada mode Auto, sistem akan menentukan secara otomatis apakah pertanyaan atau perintah pengguna membutuhkan jawaban yang lebih mendalam dan kompleks. Mode ini diklaim dapat menghasilkan respons lebih cepat sekaligus mengurangi konsumsi daya komputasi dan sumber daya lain.

Sementara itu, mode Expert memberikan kontrol lebih besar kepada pengguna untuk mengatur cara kerja AI. Jika jawaban awal dirasa kurang memuaskan atau membutuhkan analisis lebih mendalam, pengguna dapat beralih secara manual ke model penalaran (reasoning).

Grok Imagine turut dibuka gratis, tetapi menuai kritik

Selain Grok 4, xAI juga membuka akses gratis untuk fitur pembuatan video AI bernama Grok Imagine. Akses ini disebut ditujukan khusus bagi pengguna yang tinggal di Amerika Serikat.

Grok Imagine memungkinkan pengguna membuat video berdasarkan perintah (prompt). Namun, fitur ini juga memicu kritik setelah sejumlah pengguna melaporkan adanya penyalahgunaan untuk menghasilkan video yang tidak pantas. Laporan BBC menyebut penyanyi Taylor Swift dan selebriti Sydney Sweeney menjadi korban penyalahgunaan fitur tersebut.

Wacana penayangan iklan

Di tengah kebijakan akses gratis itu, Musk juga mengungkap rencana ke depan terkait monetisasi. Dalam diskusi di X Spaces belum lama ini, ia mengatakan antarmuka chatbot Grok nantinya akan menampilkan iklan di antara jawaban dan saran AI.

Iklan tersebut disebut berpotensi muncul baik di situs web Grok maupun di aplikasi seluler. Menurut Musk, penayangan iklan diperlukan untuk membantu menutup biaya operasional perusahaan yang tinggi, terutama untuk kebutuhan GPU dalam mendukung model AI mereka.