JAKARTA – PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) atau Surge merevisi rencana penggunaan dana hasil Penerbitan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue yang dilaksanakan pada Juli lalu.
Berdasarkan keterbukaan informasi pada Selasa (3/3), perseroan berencana mengalihkan dana rights issue sebesar Rp5,89 triliun kepada PT Jaringan Infra Andalan (JIA). Dana tersebut selanjutnya akan digunakan untuk setoran modal pada PT Telemedia Komunikasi Pratama (TKP).
TKP diketahui sebagai penyelenggara proyek 5G Fixed Wireless Access (FWA) pada spektrum 1,4 GHz yang dikenal dengan nama Internet Rakyat (IRA).
Dalam rincian alokasi dana, sebesar Rp5,1 triliun direncanakan untuk pengadaan perangkat Customer Premises Equipment (CPE) dan perangkat Radio Access Network (RAN). Selain itu, Rp403,8 miliar dialokasikan untuk pembayaran biaya Iuran Penggunaan Frekuensi Radio (IPFR) tahunan spektrum 1,4 GHz, serta Rp421 miliar untuk modal kerja proyek guna mendukung pengembangan layanan, termasuk kebutuhan operasional proyek FWA.
Perseroan memproyeksikan dana pengadaan perangkat akan disalurkan secara bertahap hingga kuartal IV 2027. Sementara itu, biaya IPFR dan modal kerja operasional TKP disiapkan hingga kuartal IV 2026.
Sebelumnya, dana rights issue disebut akan dialihkan oleh JIA kepada PT Integrasi Jaringan Ekosistem (IJE) untuk pembangunan jaringan fiber to the home (FTTH). Namun, dalam rangka optimalisasi strategi ekspansi, WIFI kini memprioritaskan penggunaan dana tersebut untuk program IRA yang baru diluncurkan bulan ini, dibandingkan pembangunan jaringan fiber yang dinilai lebih masif.
Manajemen menyatakan, dalam jangka menengah dan panjang, proyek FWA berpotensi memberikan kontribusi pendapatan lebih cepat sehingga dapat memperkuat arus kas operasional dan struktur keuangan perseroan secara konsolidasian. Manajemen juga menegaskan perubahan rencana penggunaan dana ini tidak akan berdampak pada kinerja keuangan, aset, maupun liabilitas perseroan.
Meski demikian, rencana perubahan penggunaan dana rights issue tersebut masih memerlukan persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 8 April 2026.
Dalam perkembangan terbaru, WIFI dikabarkan menandatangani Perjanjian Kerja Sama Strategis dengan FiberHome serta menjajaki kolaborasi strategis dengan Baicells untuk pengembangan proyek FWA. Informasi ini disebut berlangsung dalam gelaran Mobile World Congress 2026 di Barcelona, Spanyol, pada Selasa (3/3).