BERITA TERKINI
WeRide mulai operasikan robotaxi tanpa pengemudi di Dubai melalui aplikasi Uber

WeRide mulai operasikan robotaxi tanpa pengemudi di Dubai melalui aplikasi Uber

Dubai—WeRide dan Uber Technologies memulai operasi robotaxi sepenuhnya tanpa pengemudi di Dubai. Layanan ini beroperasi di distrik Jumeirah dan Umm Suqeim tanpa operator kendaraan di dalam mobil.

Penumpang dapat memesan robotaxi WeRide melalui opsi “Autonomous” di aplikasi Uber. Tawasul, operator mobilitas di Uni Emirat Arab, menyediakan layanan manajemen armada untuk kendaraan yang beroperasi di platform Uber.

Otoritas transportasi setempat, Roads and Transport Authority (RTA), memberikan izin uji coba kendaraan tanpa pengemudi kepada WeRide pada Februari 2026. Izin tersebut memungkinkan operasi di sejumlah area Dubai, termasuk Dubai Silicon Oasis, Dubai Investment Park Second, Jabal Ali Industrial First, Nad Al Sheba, Wadi Al Safa, Warsan, Ras Al Khor, dan Al Hamriya Port. WeRide menyatakan akan memperluas layanan secara bertahap ke distrik-distrik tersebut.

Peluncuran robotaxi tanpa pengemudi ini menyusul layanan uji coba dengan pengawasan yang dimulai pada Desember 2025. Inisiatif RTA juga disebut sejalan dengan target Dubai untuk mencapai 25% perjalanan otonom pada 2030.

WeRide saat ini mengoperasikan lebih dari 200 robotaxi di Timur Tengah. Pada Februari 2026, WeRide dan Uber menyatakan komitmen untuk mengerahkan setidaknya 1.200 robotaxi di Dubai, Abu Dhabi, dan Riyadh.

Uber, melalui pengajuan publik awal pekan ini, mengungkapkan kepemilikan sekitar 5,82% saham biasa Kelas A WeRide. Dalam perkembangan terpisah, saham Uber disebut turun 29% dalam enam bulan terakhir menjadi US$69,91.

WeRide tercatat menerima lisensi nasional di Uni Emirat Arab pada 2023 yang mencakup seluruh jenis kendaraan swakemudi untuk pengujian dan operasi di jalan umum. Perusahaan itu juga menyatakan telah menguji atau mengoperasikan kendaraan otonom di lebih dari 40 kota di 12 negara.

“Pencapaian ini mencerminkan kekuatan gabungan dari teknologi canggih WeRide, mitra kami yang berdedikasi, dan kepercayaan regulasi yang ditunjukkan oleh RTA,” kata pendiri dan CEO WeRide, Dr. Tony Han.

WeRide juga menyebut anak perusahaannya di Timur Tengah mencapai profitabilitas operasional dalam bisnis robotaxi pada 2025.