Lampung Selatan — Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamen Komdigi) Angga Raka Prabowo menyatakan kecepatan jaringan internet di Pelabuhan Bakauheni, Lampung, tercatat stabil di kisaran 30 Mbps. Menurutnya, capaian tersebut dinilai memadai untuk mendukung aktivitas digital penumpang saat arus mudik dan arus balik.
“Di Pelabuhan Bakauheni kecepatan internet tercatat stabil pada kisaran 30 Mbps. Kecepatan ini dinilai memadai untuk mendukung aktivitas digital penumpang saat arus mudik dan balik,” kata Angga saat berada di terminal Pelabuhan Bakauheni, Jumat.
Ia menilai kecepatan tersebut mampu membantu masyarakat tetap terhubung sekaligus mengurangi risiko gangguan layanan di tengah peningkatan trafik penumpang pada arus balik Lebaran 2026.
Angga juga menyampaikan, berdasarkan laporan dari pemudik, kondisi jaringan internet selama puncak arus balik Lebaran 2026 tetap stabil, meski sempat terjadi penurunan kecepatan akibat lonjakan jumlah penumpang.
“Hasil pemantauan spektrum frekuensi menunjukkan kondisi aman. Tidak ditemukan gangguan selama masa arus balik. Masyarakat menyampaikan bahwa kondisi jaringan relatif baik dan aman digunakan,” ujarnya.
Meski demikian, ia mengakui pada hari-hari tertentu sempat terjadi penurunan performa jaringan, walaupun secara umum kecepatan internet di Bakauheni disebut berada di atas rata-rata selama 12 hari terakhir. Ia menambahkan, dari hasil pengecekan yang dilakukan, seluruh kendala yang dilaporkan telah ditangani.
Untuk menjaga stabilitas layanan, pemerintah mengoperasikan kendaraan mobile monitoring yang disiagakan di sejumlah titik strategis. Armada tersebut beroperasi selama 24 jam dan dijadwalkan siaga hingga 29 Maret 2026.
Selain itu, Kementerian Komdigi melakukan pengawasan di sekitar 10 kota besar. Menurut Angga, langkah ini dilakukan karena spektrum frekuensi berpengaruh terhadap kualitas komunikasi, sehingga pemantauan diperlukan agar layanan tetap berjalan normal.