BERITA TERKINI
Wamen Komdigi: Jaringan Internet di Bakauheni Stabil Saat Puncak Arus Balik Lebaran 2026

Wamen Komdigi: Jaringan Internet di Bakauheni Stabil Saat Puncak Arus Balik Lebaran 2026

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamen Komdigi) Angga Raka Prabowo menyatakan kondisi jaringan telekomunikasi saat puncak arus balik Lebaran 2026 di Pelabuhan Bakauheni, Lampung, terpantau stabil. Meski demikian, ia mengakui sempat terjadi penurunan kecepatan akses pada momen tertentu akibat lonjakan trafik.

“Hari ini kami memantau langsung perkembangan arus balik di lapangan. Memang pada momen tertentu bandwidth sempat turun sehingga kecepatan akses dirasakan melambat oleh masyarakat,” kata Angga saat diwawancarai di terminal Pelabuhan Bakauheni, Jumat.

Menurut Angga, kesiapan jaringan telekomunikasi menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran arus balik. Jaringan yang stabil dinilai membantu penumpang tetap terhubung sekaligus mengurangi risiko gangguan layanan di tengah peningkatan trafik.

Berdasarkan hasil pemantauan di titik-titik penting, ia menyebut kualitas layanan berada dalam kondisi baik. Di Terminal Pelabuhan Bakauheni, kecepatan internet tercatat stabil pada kisaran 30 hingga 37 Mbps, yang dinilai memadai untuk mendukung aktivitas digital penumpang.

Selain itu, hasil pemantauan spektrum frekuensi disebut menunjukkan kondisi aman. Angga menyampaikan tidak ditemukan gangguan interferensi selama masa posko, sementara petugas infrastruktur digital bersiaga penuh untuk menjaga layanan tetap berjalan normal.

Ia menambahkan, pemerintah juga menurunkan tim monitoring ke lapangan untuk memastikan kualitas layanan tetap terjaga. “Dari hasil pengecekan tadi di Pelabuhan Bakauheni, seluruh kendala yang dilaporkan sudah diselesaikan. Secara umum layanan kembali normal. Hasilnya, masyarakat menyampaikan bahwa kondisi jaringan relatif baik dan aman digunakan,” ujarnya.

Angga menyebut pemerintah mengoperasikan kendaraan mobile monitoring yang disiagakan di sejumlah titik strategis. Armada tersebut beroperasi selama 24 jam dan dijadwalkan siaga hingga 29 Maret 2026.

Ia menjelaskan, fungsi monitoring tidak hanya untuk memastikan kualitas layanan komunikasi, tetapi juga mengawasi penggunaan spektrum frekuensi, termasuk jaringan radio. “Kami melakukan pengawasan di sekitar 10 kota besar. Ini penting karena frekuensi sangat menentukan kualitas komunikasi,” ucapnya.

Wamen Komdigi menegaskan pengawasan akan terus diperkuat untuk menjaga kualitas konektivitas selama periode arus balik. Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati dalam perjalanan dan memanfaatkan layanan komunikasi secara bijak.

“Jika ada kendala, masyarakat dapat melaporkan agar segera ditindaklanjuti, Mereka bekerja 24 jam untuk memastikan masyarakat tetap terhubung dengan baik,” kata Angga.