BERITA TERKINI
Wabah Flu Burung di Inggris Meningkat, Produsen Unggas Dorong Penggunaan Vaksinasi

Wabah Flu Burung di Inggris Meningkat, Produsen Unggas Dorong Penggunaan Vaksinasi

Inggris tengah menghadapi lonjakan kasus flu burung yang menyebabkan kerugian besar bagi para peternak unggas. Kondisi ini mendorong permintaan dari pelaku industri agar pemerintah mempertimbangkan penggunaan vaksinasi sebagai solusi utama mengendalikan wabah tersebut.

Situasi Terkini Wabah Flu Burung di Inggris

Pemerintah Inggris telah menetapkan wilayah Norfolk, Suffolk, dan Essex sebagai Zona Pencegahan Flu Burung (Avian Influenza Prevention Zone/AIPZ) menyusul peningkatan kasus yang terjadi sejak bulan lalu. Data menunjukkan bahwa sejak awal Oktober 2022, lebih dari 30 kasus flu burung telah dilaporkan di Inggris, dengan jumlah kasus terbanyak terjadi di Norfolk, mencapai 32 kasus pada bulan ini. Wilayah Attleborough di Norfolk menjadi daerah dengan kasus terbanyak, yakni 12 kasus hingga pekan lalu.

Dampak Terhadap Industri Unggas

Mark Gorton, Direktur Pelaksana Traditional Norfolk Poultry, menyampaikan bahwa wabah flu burung kali ini sangat mematikan dan cepat menular. Gorton mengungkapkan perusahaannya telah kehilangan sekitar 100.000 unggas atau sekitar 10% dari total ternaknya akibat wabah ini. Ia menyatakan, "Kami tidak pernah menyangka situasinya akan seburuk ini dan tampaknya sulit dikendalikan."

Gorton juga menambahkan bahwa biasanya flu burung akan mereda selama musim panas, namun kali ini justru semakin memburuk. Upaya pengendalian melalui langkah-langkah biosekuriti telah dilakukan secara maksimal oleh peternakan, namun masih belum cukup untuk menghentikan penyebaran virus.

Permintaan Vaksinasi dari Produsen Unggas

Para produsen unggas menegaskan bahwa vaksinasi merupakan satu-satunya solusi efektif untuk mengatasi wabah flu burung. Mereka mengungkapkan bahwa vaksin untuk flu burung sebenarnya sudah tersedia, namun peraturan yang ada saat ini melarang penggunaannya. Menurut mereka, penggunaan vaksin dapat mencegah kematian massal unggas seperti yang terjadi saat ini.

"Kami memvaksinasi ayam kami terhadap penyakit lain yang secara historis dapat memusnahkan mereka, dan flu burung juga bisa dikendalikan dengan vaksinasi jika diizinkan," ujar Gorton.

Respons Pemerintah dan Penjelasan Otoritas Veteriner

Meski demikian, pemerintah Inggris melalui Departemen Lingkungan, Pangan, dan Urusan Pedesaan menyatakan bahwa ini merupakan wabah flu burung terbesar yang pernah terjadi di Inggris. Namun, mereka menegaskan bahwa risiko penularan flu burung kepada manusia sangat rendah.

Richard Irvine, Wakil Kepala Otoritas Veteriner Inggris, menyatakan bahwa vaksinasi saat ini bukan bagian dari kebijakan pengendalian flu burung di Inggris. Ia menyebutkan bahwa perlindungan unggas lebih mengandalkan penerapan keamanan hayati yang ketat. Diskusi mengenai penggunaan vaksin sedang dilakukan di tingkat internasional, termasuk kajian ilmiah terkait efektivitas dan kecocokan vaksin dengan virus yang beredar.

"Pemerintah membutuhkan bukti ilmiah yang kuat untuk mempertimbangkan penggunaan vaksin, terutama terkait seberapa baik vaksin tersebut cocok dengan virus yang menginfeksi unggas," jelas Irvine.

Data Wabah Flu Burung di Inggris dan Eropa

  • Tahun lalu, sekitar 48 juta unggas di Inggris dan Uni Eropa telah dibantai akibat wabah flu burung.
  • Sejak tahun lalu, 190 kasus flu burung terdeteksi di peternakan Inggris, menyebabkan pemusnahan 3,2 juta unggas.

Wabah ini menimbulkan tantangan besar bagi sektor peternakan unggas dan makin menimbulkan perdebatan mengenai langkah pengendalian yang paling efektif, termasuk kebijakan vaksinasi yang hingga kini masih belum diadopsi oleh pemerintah Inggris.