Departemen Frekuensi Radio di bawah Kementerian Sains dan Teknologi Vietnam resmi memberikan lisensi kepada Starlink Services Vietnam Co., Ltd. untuk membangun dan mengoperasikan stasiun gerbang darat (gateway) sebagai bagian dari infrastruktur layanan internet satelit Starlink.
Stasiun gateway merupakan infrastruktur kunci yang menghubungkan jaringan satelit Orbit Bumi Rendah (LEO) dengan jaringan telekomunikasi terestrial. Keberadaan fasilitas ini ditujukan untuk memastikan transmisi data berkecepatan tinggi bagi pengguna.
Penempatan stasiun gateway disebut tidak hanya berfokus pada kota-kota besar, melainkan didistribusikan di sejumlah lokasi strategis guna mengoptimalkan cakupan layanan. Di wilayah utara, stasiun gateway berada di Komune Binh Nguyen, Provinsi Phu Tho. Di wilayah tengah, titik penghubung ditempatkan di Kelurahan Lien Chieu 2, Distrik Lien Chieu, Da Nang.
Sementara itu, di pusat ekonomi Vietnam bagian selatan, Starlink membangun dua stasiun transit di Ho Chi Minh City, masing-masing berlokasi di Kelurahan Tan Nhon Phu dan Kelurahan Tan Thuan, Distrik 7. Pemilihan dua lokasi berbeda di kota tersebut dinilai mencerminkan persiapan untuk menangani lalu lintas data yang besar sekaligus menyediakan redundansi bandwidth bagi wilayah selatan.
Departemen Frekuensi Radio menyatakan keempat stasiun gateway itu dilengkapi sistem Gateway V4 generasi terbaru yang diproduksi Space Exploration Technologies Corp (SpaceX). Stasiun-stasiun ini akan terhubung langsung dengan konstelasi satelit seperti STEAM-2, STEAM-2B, USASAT-NGSO-3D, dan USASAT-NGSO-3X yang beroperasi di orbit Bumi rendah.
Dari sisi teknis, stasiun pangkalan menggunakan sistem antena berdiameter 1,85 meter dan beroperasi secara simultan pada dua pita frekuensi, yakni Ka dan E. Penggunaan pita E pada rentang 81–86 GHz dengan daya pancar yang dikontrol ketat disebut memungkinkan Starlink mencapai kecepatan transmisi data yang tinggi dengan tetap menjaga stabilitas.
Dalam operasinya, Starlink Services Vietnam diwajibkan mematuhi ketentuan keselamatan frekuensi untuk memastikan tidak menimbulkan interferensi berbahaya terhadap sistem informasi yang melayani pertahanan dan keamanan nasional, serta perangkat radio berlisensi lainnya di Vietnam. Perusahaan juga menyatakan komitmen memenuhi kewajiban terkait biaya lisensi dan biaya penggunaan frekuensi radio sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
SpaceX memandang Vietnam sebagai pasar utama dengan potensi pertumbuhan kuat untuk layanan internet satelit Starlink, seiring masih adanya wilayah terpencil yang menghadapi keterbatasan konektivitas akibat minimnya cakupan internet berkecepatan tinggi. Di Asia Tenggara, Starlink saat ini tersedia di Filipina, Malaysia, Indonesia, dan Timor Timur, meski jumlah penggunanya disebut belum banyak karena harga layanan yang tinggi.