BERITA TERKINI
VIDA Rilis Fitur DocsVault dan SecureShare untuk Lindungi Dokumen Pribadi

VIDA Rilis Fitur DocsVault dan SecureShare untuk Lindungi Dokumen Pribadi

Jakarta — Kekhawatiran penyalahgunaan dokumen pribadi seperti foto KTP atau ijazah yang dikirim melalui aplikasi pesan singkat kian meningkat seiring maraknya kasus penipuan digital. Menyikapi kondisi tersebut, VIDA meluncurkan kampanye “VIDA Jaga Kalian” sekaligus memperkenalkan dua fitur baru di aplikasinya, yakni DocsVault dan SecureShare, yang ditujukan untuk membantu pengguna mengelola serta membagikan dokumen secara lebih aman.

AVP Product Management VIDA, Mukti Pradana, mengatakan kedua fitur itu dihadirkan sebagai solusi praktis agar masyarakat tidak terbiasa membagikan data pribadi kepada orang asing. “Melalui VIDA App, kami menghadirkan DocsVault dan SecureShare sebagai solusi praktis untuk membantu masyarakat mengelola dan membagikan dokumen pribadi secara aman,” ujar Mukti di Jakarta, Kamis, 22 Januari 2026.

VIDA menyebut pengembangan solusi ini berada di bawah pengawasan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Adapun DocsVault dan SecureShare dirancang dengan sejumlah lapisan pengamanan yang menekankan kontrol akses oleh pemilik dokumen.

DocsVault

DocsVault digambarkan sebagai brankas penyimpanan dokumen yang hanya dapat diakses pemilik sah. Fitur ini memungkinkan pengguna menyimpan dokumen penting dalam penyimpanan terenkripsi dan membukanya dengan perlindungan biometrik wajah.

Menurut Mukti, akses ke dokumen hanya bisa dilakukan melalui pengenalan wajah (face recognition). Jika sistem mendeteksi wajah yang tidak sesuai, akses akan ditolak. Selain itu, proses penghapusan dokumen juga mewajibkan verifikasi wajah kembali.

VIDA juga menyertakan mekanisme yang disebut sebagai sistem anti-scam saat verifikasi dilakukan. Dalam proses tersebut, akan muncul urutan warna yang dihasilkan sistem, yang disebut hanya diketahui oleh sistem, untuk memastikan verifikasi dilakukan oleh manusia asli dan bukan menggunakan foto atau video manipulasi.

SecureShare

Sementara itu, SecureShare ditujukan untuk membagikan dokumen melalui tautan (link) dengan pengaturan akses yang dapat dikendalikan pengguna. Pengguna dapat menentukan masa berlaku tautan, sehingga setelah waktu yang ditetapkan habis dokumen tidak lagi bisa diakses.

“SecureShare memberi kontrol penuh, mulai dari pengaturan durasi akses, jumlah pembukaan, hingga riwayat penggunaan. Jika sudah tidak dibutuhkan, akses dapat dicabut kapan saja,” kata Mukti.

Selain pengaturan kedaluwarsa, pengguna juga dapat membatasi jumlah akses. Jika batas pembukaan tercapai, dokumen tidak dapat dibuka lagi meski penerima masih memiliki tautannya. Untuk keamanan tambahan, tersedia opsi kode akses (passcode) yang dapat diatur secara manual.

VIDA menyebut sistem akan merekomendasikan agar dokumen tidak diunduh oleh penerima demi keamanan, meski keputusan akhir tetap berada pada pengguna. Pengguna juga dapat memantau status akses secara real-time untuk melihat apakah dokumen sudah dibuka atau belum, serta mencabut akses kapan saja.

VIDA menegaskan penerima tautan tidak wajib memiliki aplikasi VIDA untuk membuka dokumen, selama memiliki kode akses yang benar. Namun, saat ini penerima masih dimungkinkan melakukan tangkapan layar. Perusahaan menyatakan akan meningkatkan keamanan dengan menambahkan watermark otomatis dalam waktu dekat untuk membantu pelacakan jika terjadi penyebaran tanpa izin.

Melalui peluncuran dua fitur ini, VIDA mendorong peningkatan kesadaran perlindungan data pribadi, terutama saat menyimpan dan membagikan dokumen penting di tengah meningkatnya ancaman penipuan digital.