BERITA TERKINI
UNM Ingatkan Siswa Tak Pilih Jurusan Kuliah karena FOMO, Soroti Kebutuhan Talenta Sains Data

UNM Ingatkan Siswa Tak Pilih Jurusan Kuliah karena FOMO, Soroti Kebutuhan Talenta Sains Data

Fenomena fear of missing out (FOMO) dinilai semakin memengaruhi cara siswa menentukan jurusan kuliah. Banyak calon mahasiswa mengambil keputusan karena tren di media sosial atau mengikuti pilihan teman, tanpa mempertimbangkan minat, potensi diri, serta kebutuhan dunia kerja.

Universitas Nusa Mandiri (UNM) mengingatkan pentingnya memilih jurusan secara bijak dan strategis. Menurut kampus yang menyebut diri sebagai Kampus Digital Bisnis ini, keputusan berbasis tren bisa menimbulkan risiko di kemudian hari, mulai dari salah jurusan, turunnya motivasi belajar, hingga kesulitan bersaing di dunia kerja.

Ketua Program Studi Sains Data Universitas Nusa Mandiri, Tati Mardiana, menegaskan pemilihan jurusan perlu didasarkan pada pemahaman yang matang terhadap perkembangan industri. “Memilih jurusan tidak cukup hanya karena tren atau ikut-ikutan. Yang lebih penting adalah memahami arah perkembangan industri dan menyesuaikannya dengan potensi diri,” ujarnya dalam rilis yang diterima Rabu (6/5).

Ia menambahkan, di era transformasi digital, kemampuan di bidang data menjadi salah satu keterampilan yang banyak dibutuhkan. “Kemampuan mengolah dan menganalisis data menjadi keterampilan penting yang dibutuhkan di berbagai sektor, mulai dari bisnis hingga pemerintahan,” katanya.

Perkembangan teknologi seperti Artificial Intelligence dan Big Data turut mendorong meningkatnya kebutuhan talenta di bidang sains data. Bidang ini mempelajari cara mengumpulkan, mengolah, dan menganalisis data untuk menghasilkan insight yang dapat mendukung pengambilan keputusan di berbagai industri, termasuk e-commerce, kesehatan, keuangan, hingga sektor publik.

UNM menyampaikan bahwa Program Studi Sains Data yang mereka miliki menggunakan pendekatan pembelajaran adaptif melalui skema Internship Experience Program (IEP) 3+1. Melalui skema tersebut, mahasiswa menjalani tiga tahun pembelajaran di kampus dan satu tahun pengalaman di industri melalui magang, proyek profesional, atau riset kolaboratif.

“Pendekatan ini memastikan lulusan tidak hanya unggul secara teori, tetapi juga memiliki pengalaman praktis yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja,” kata Tati.

UNM menilai pemilihan jurusan kuliah bukan semata mengikuti tren, melainkan menentukan arah masa depan. Keputusan yang tepat disebut dapat membuka peluang karier yang lebih luas dan berkelanjutan, khususnya di tengah kebutuhan kompetensi berbasis data dan teknologi.