Panitia seleksi penerimaan mahasiswa baru mengumumkan hasil Ujian Tulis Berbasis Komputer-Seleksi Nasional Berbasis Tes (UTBK-SNBT) untuk masuk perguruan tinggi negeri, termasuk Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, pada Rabu, 28 Mei 2025. Pada jalur UTBK-SNBT tahun ini, Unair menerima 3.162 calon mahasiswa dari total 76.238 pendaftar.
Rektor Universitas Airlangga Mohammad Nasih menyampaikan bahwa program studi S1 Kedokteran kembali mencatat rerata nilai UTBK-SNBT tertinggi di Unair, yakni 755,94. Sementara itu, untuk program vokasi, rerata nilai tertinggi berada pada D4 Teknologi Laboratorium Medik dengan nilai 675,04.
Nasih mengatakan informasi rerata nilai ini penting agar peserta dapat mempertimbangkan pilihan program studi secara lebih tepat pada seleksi berikutnya. Ia menegaskan bahwa penerimaan calon mahasiswa pada seleksi ini murni berdasarkan nilai SNBT. Adapun rerata nilai yang disampaikan dihitung berdasarkan pembobotan sesuai ketentuan masing-masing program studi.
Setelah pengumuman hasil SNBT, Nasih berharap calon mahasiswa yang dinyatakan lulus segera melakukan pendaftaran ulang. Proses verifikasi pendaftaran mengharuskan peserta datang langsung. Jika calon mahasiswa tidak melakukan pendaftaran ulang, mereka akan dinyatakan tidak lulus dan kuota yang tersisa akan dialihkan ke jalur seleksi mandiri.
Berikut 10 program studi sarjana dengan rerata skor UTBK-SNBT tertinggi di Universitas Airlangga: Kedokteran (755,94), Kedokteran Gigi (716,93), Akuntansi (700,10), Statistika (698,20), Teknologi Sains Data (697,67), Sistem Informasi (696,14), Farmasi (695,20), Psikologi (695,14), Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan (695,03), dan Teknik Biomedis (693,36).
Sementara itu, 10 program vokasi dengan rerata skor UTBK-SNBT tertinggi adalah: D4 Teknologi Laboratorium Medik (675,04), D4 Keselamatan dan Kesehatan Kerja (671,44), D4 Teknik Informatika (667,48), D4 Tekonologi Radiologi Pencitraan (664,12), D4 Fisioterapi (663,30), D3 Akuntansi (652,12), D3 Keperawatan (644,35), D4 Perbankan dan Keuangan (642,26), D4 Teknologi Kesehatan Gigi (641,13), dan D3 Perpajakan (638,37).