Institut Teknologi PLN (ITPLN) resmi membuka Program Studi Sains Data jenjang sarjana setelah mengantongi Surat Keputusan (SK) Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 381/B/O/2025.
SK tersebut diserahkan Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III (LLDIKTI III), Tri Munanto, kepada Wakil Rektor I Bidang Akademik ITPLN, Prof. Syamsir Abduh.
Prof. Syamsir mengatakan, program studi baru itu akan mulai dibuka pada tahun ajaran 2025–2026 yang dijadwalkan dimulai pada September 2025. Ia menyebut Prodi Sains Data ITPLN menjadi satu-satunya di Indonesia yang secara spesifik menerapkan sains data untuk sektor ketenagalistrikan.
“Kalau yang lain mungkin umum, kami khusus. Penerapan sains data untuk ketenagalistrikan baru ada di ITPLN,” ujar Syamsir dalam keterangannya, Rabu, 4 Juni 2025.
Menurut Syamsir, pembukaan program studi ini merupakan bagian dari transformasi ITPLN menuju perguruan tinggi berkelas dunia. Ia juga menyampaikan bahwa program tersebut dirancang untuk menopang Program Doktor Teknik Elektro ITPLN yang saat ini masih dalam proses perizinan.
“Ini linear dan saling mendukung. Salah satu keunggulannya nanti, penerapan sains data dipadukan ke dalam sistem ketenagalistrikan — sesuatu yang belum dimiliki perguruan tinggi lain di Indonesia,” kata Syamsir.
Dari sisi prospek, Syamsir menilai kebutuhan pemanfaatan big data di sektor energi semakin meningkat, termasuk untuk pemeliharaan infrastruktur kelistrikan, pengelolaan gardu dan pembangkit, serta pengembangan sistem distribusi tenaga listrik yang lebih ramah lingkungan.
Sementara itu, Tri Munanto menyampaikan apresiasi atas pembukaan program studi tersebut. Ia menilai langkah ITPLN selaras dengan kebutuhan dunia industri dan masyarakat.
“Dan tentu saja saya sangat mengapresiasi pembukaan program studi yang ada dan SK yang diserahkan kepada bapak ibu semuanya, baik jenjang sarjana maupun magister dan saya rasa bidang keilmuan yang bapak ibu buka ini sangat relevan dengan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat,” ujar Tri.
Tri juga mengajak pimpinan perguruan tinggi di wilayahnya untuk mendorong program-program strategis Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Ia menyebut rencana strategis kementerian saat ini tengah difinalisasi dan diharapkan rampung pada akhir bulan ini sebelum disampaikan ke Bappenas.