Perkembangan teknologi digital membuat volume data yang dihasilkan setiap hari terus meningkat. Data berasal dari beragam sumber, mulai dari aplikasi digital, transaksi bisnis, sensor perangkat, hingga aktivitas pengguna di internet. Kondisi tersebut mendorong organisasi membangun sistem yang mampu mengelola data secara terstruktur agar dapat dimanfaatkan dalam pengambilan keputusan.
Dalam ekosistem data modern, Data Engineer menjadi salah satu profesi yang memegang peran penting. Pekerjaan ini berfokus pada pembangunan dan pengelolaan infrastruktur data yang menjadi fondasi bagi analisis data serta pengembangan teknologi berbasis kecerdasan buatan.
Secara umum, Data Engineer bertanggung jawab merancang dan mengelola data pipeline, yakni alur pengolahan data dari berbagai sumber hingga siap digunakan oleh data analyst maupun data scientist. Selain itu, profesi ini juga memastikan kualitas dan konsistensi data perusahaan melalui proses integrasi yang sistematis, sehingga informasi yang dihasilkan dapat diandalkan.
Optimalisasi sistem juga menjadi bagian dari tugas Data Engineer, terutama ketika organisasi harus mengelola data dalam jumlah besar agar pemrosesan berjalan efisien dan cepat. Dengan peran tersebut, Data Engineer membantu mengubah data mentah menjadi informasi bernilai untuk mendukung keputusan strategis.
Seiring meningkatnya kebutuhan talenta di bidang data, prospek karier Data Engineer dinilai menjanjikan. Di Indonesia, kisaran gaji disebut bervariasi bergantung pada pengalaman, keterampilan, serta skala perusahaan. Untuk level pemula, gaji berada di rentang Rp8 juta hingga Rp15 juta per bulan. Pada level menengah, kisaran gaji Rp15 juta hingga Rp30 juta per bulan. Sementara untuk Senior Data Engineer, gaji disebut bisa lebih dari Rp30 juta per bulan. Pada perusahaan teknologi besar atau perusahaan multinasional, angka tersebut dapat lebih tinggi.
Untuk menjalankan perannya, Data Engineer membutuhkan kombinasi kemampuan teknis dan analitis. Keahlian pemrograman menjadi dasar, dengan bahasa yang umum digunakan antara lain Python, Java, atau Scala. Pemahaman basis data relasional maupun non-relasional, serta konsep data warehouse dan data lake, juga penting untuk pengelolaan data skala besar secara terstruktur.
Di sisi lain, pengolahan data berskala besar kerap memerlukan teknologi seperti Hadoop atau Apache Spark. Kemampuan terkait cloud computing juga semakin relevan karena infrastruktur data modern banyak berjalan pada platform seperti AWS, Google Cloud, maupun Microsoft Azure. Selain aspek teknis, kemampuan bekerja dalam tim turut dibutuhkan karena Data Engineer berkolaborasi dengan data analyst, data scientist, database administrator, hingga manajemen perusahaan.
Karier Data Engineer dapat ditempuh melalui pendidikan formal yang relevan di bidang data dan teknologi informasi. Universitas Nusa Mandiri melalui Program Studi Sains Data menyatakan menyiapkan kurikulum yang membekali mahasiswa dengan kompetensi pengolahan dan analisis data modern, mencakup pemrograman, manajemen data, sistem manajemen database, data warehouse, big data, hingga teknologi cloud computing.
Ketua Program Studi Sains Data Universitas Nusa Mandiri, Tati Mardiana, menyampaikan bahwa kebutuhan talenta data diperkirakan terus meningkat seiring pesatnya transformasi digital di berbagai sektor. “Di era digital saat ini, hampir semua organisasi mengandalkan data dalam pengambilan keputusan. Karena itu, profesi seperti Data Engineer menjadi sangat penting dalam membangun sistem pengelolaan data yang andal. Melalui Program Studi Sains Data, Universitas Nusa Mandiri berupaya menyiapkan lulusan yang memiliki kompetensi teknis dan analitis agar mampu berkontribusi dalam pengembangan teknologi berbasis data di berbagai sektor industri,” ujarnya dalam keterangan rilis, Kamis (12/3).