BERITA TERKINI
Uji Yesim eSIM Selama Sebulan di 5 Negara Asia: Koneksi Stabil hingga Tantangan di Area Terpencil

Uji Yesim eSIM Selama Sebulan di 5 Negara Asia: Koneksi Stabil hingga Tantangan di Area Terpencil

Pengalaman menggunakan eSIM untuk perjalanan lintas negara kerap baru terasa manfaat dan tantangannya ketika dipakai dalam durasi panjang, melewati kondisi jaringan yang berbeda-beda, serta menghadapi situasi di lapangan yang tidak selalu ideal. Dalam perjalanan satu bulan ke lima negara Asia—Thailand, Jepang, Korea Selatan, Vietnam, dan Taiwan—layanan Yesim diuji sebagai koneksi data utama dengan paket regional Asia Pasifik.

Perjalanan ini diawali dengan membandingkan tiga nama yang sering muncul di komunitas pelancong: Airalo, Holafly, dan Yesim. Setelah mencoba paket kecil untuk satu negara dari masing-masing layanan, pilihan akhirnya jatuh pada Yesim. Pertimbangannya meliputi cakupan paket regional yang mencakup semua negara tujuan dalam satu eSIM, pemantauan kuota secara real-time lewat aplikasi, serta adanya kode promo pembelian pertama yang memberikan potongan harga.

Pembelian dan aktivasi sebelum berangkat

Paket yang dipilih adalah regional Asia Pasifik 20 GB. Pembelian dilakukan dari Jakarta tiga hari sebelum keberangkatan, menggunakan laptop. Setelah memilih paket, memasukkan kode promo, dan membayar dengan kartu kredit, QR code beserta instruksi aktivasi diterima melalui email dalam waktu kurang dari dua menit.

Aktivasi dilakukan di rumah, bukan di bandara, karena ada tahap yang memerlukan koneksi Wi-Fi stabil untuk mengunduh profil eSIM ke ponsel. Pada iPhone 13, prosesnya dilakukan melalui menu Pengaturan → Seluler → Tambahkan eSIM → Gunakan Kode QR. Setelah memindai QR dari email dan mengonfirmasi profil, eSIM aktif dalam total waktu sekitar empat menit. Untuk memudahkan pengelolaan, eSIM diberi label “Travel Asia” agar mudah dibedakan dari kartu Indosat yang tetap aktif untuk nomor Indonesia.

Thailand: koneksi cepat di kota, fluktuatif di pegunungan

Negara pertama adalah Thailand selama tujuh hari, mencakup Bangkok dan Chiang Mai. Setelah mendarat di Bandara Suvarnabhumi, koneksi muncul dalam hitungan detik dan terhubung ke jaringan AIS. Di Bangkok, koneksi dinilai sangat baik, termasuk saat digunakan di BTS Skytrain, pusat perbelanjaan, dan area street food seperti Chatuchak. Kecepatan unduh rata-rata berada di kisaran 35–45 Mbps, cukup untuk streaming.

Di Chiang Mai, sinyal tetap baik di pusat kota dan area wisata seperti Nimman dan Old City. Namun, saat perjalanan motor menuju Doi Inthanon, koneksi menjadi tidak konsisten di area pegunungan. Kondisi ini disebut sebagai hal yang umum terjadi dan tidak spesifik pada Yesim. Pemakaian data selama di Thailand tercatat 3,2 GB, lebih tinggi dari perkiraan karena aktivitas unggah konten pada malam hari.

Jepang: performa paling mengejutkan, namun tanpa panggilan lokal

Perjalanan berlanjut ke Jepang selama 10 hari, mencakup Tokyo, Kyoto, dan Osaka. Di negara ini, kualitas jaringan dinilai paling mengejutkan secara positif. Di beberapa titik di Tokyo, kecepatan unduh mencapai 80–100 Mbps, termasuk saat berada di kereta JR yang sedang berjalan.

Catatan pentingnya, layanan data melalui eSIM asing tidak mencakup panggilan telepon lokal. Komunikasi dilakukan melalui aplikasi seperti WhatsApp, Line, atau layanan VoIP. Pada kondisi tertentu—misalnya untuk reservasi restoran atau urusan lokal—keterbatasan ini dapat menjadi kendala, meski untuk kebutuhan wisata umumnya masih dapat diatasi.

Di Kyoto, sempat terjadi perlambatan koneksi di area Fushimi Inari pada akhir pekan. Pemeriksaan di aplikasi menunjukkan kuota masih tersedia, sehingga perlambatan diduga terkait kepadatan jaringan pada hari ramai wisatawan. Masalah terselesaikan setelah ponsel di-restart. Pemakaian data di Jepang mencapai 5,1 GB, dipengaruhi unduhan peta offline dan pencadangan foto beresolusi tinggi.

Korea Selatan: 5G kencang, turun ke LTE di subway bawah tanah

Di Korea Selatan, perjalanan berlangsung lima hari di Seoul dan Busan. Seoul menjadi lokasi dengan kecepatan tertinggi selama perjalanan. Jaringan 5G disebut tersebar luas, dengan kecepatan mencapai 150+ Mbps di beberapa area.

Di dalam subway Seoul yang banyak berada di bawah tanah, koneksi tetap tersedia namun kadang turun dari 5G ke LTE. Meski demikian, koneksi masih memadai untuk kebutuhan navigasi dan komunikasi. Di Busan, pengalaman serupa terjadi dengan kecepatan yang sedikit lebih rendah. Pemakaian data selama di Korea Selatan tercatat 2,8 GB.

Vietnam: stabil di kota, tidak konsisten di Ha Long Bay

Vietnam menjadi negara yang paling menantang dari lima tujuan, bukan karena jaringan di kota buruk, melainkan karena keterbatasan cakupan di Ha Long Bay. Selama lima hari di Hanoi dan Ha Long Bay, koneksi di Hanoi dinilai cukup stabil dengan LTE untuk kebutuhan harian.

Namun, di atas kapal cruise di Ha Long Bay, sinyal sering hanya 3G dan kecepatannya tidak dapat diandalkan untuk aktivitas selain pesan singkat. Kondisi ini disebut bukan masalah khusus Yesim, melainkan keterbatasan infrastruktur yang juga dialami eSIM internasional lain di area tersebut. Solusi yang dianggap efektif adalah mengunduh konten lebih dulu sebelum naik kapal, seperti peta offline, podcast, dan bahan bacaan. Pemakaian data di Vietnam tercatat 1,4 GB, lebih rendah karena banyak waktu di area dengan koneksi terbatas.

Taiwan: penutup yang stabil dan cepat

Taiwan menjadi negara terakhir selama lima hari, mencakup Taipei dan Jiufen. Infrastruktur jaringan dinilai setara Jepang dan Korea Selatan—stabil, cepat, dan cakupannya luas. Di Taipei, kecepatan konsisten berada di kisaran 50–70 Mbps. Sementara di Jiufen yang berada di kawasan pegunungan, sinyal tetap dilaporkan bagus tanpa kendala berarti. Pemakaian data di Taiwan mencapai 2,1 GB.

Rekap pemakaian dan evaluasi paket

Selama satu bulan perjalanan, total data yang digunakan sekitar 14,6 GB dari paket 20 GB, menyisakan kira-kira 5,4 GB saat kembali ke Indonesia. Ada pertimbangan bahwa paket 15 GB mungkin cukup, namun paket 20 GB dipilih untuk memberi ruang aman agar tidak khawatir kehabisan kuota di akhir perjalanan.

Sejumlah hal yang dinilai berjalan baik meliputi penggunaan satu aplikasi untuk semua negara tanpa perlu berganti profil eSIM, pemantauan kuota real-time yang dianggap akurat, serta proses aktivasi yang dinilai mudah. Layanan dukungan pelanggan juga disebut responsif; saat ada pertanyaan terkait pengaturan roaming di Korea Selatan, balasan diterima sekitar 15 menit melalui live chat.

Adapun catatan perbaikan mencakup proses aktivasi manual di Android yang disebut lebih panjang dibanding iPhone dan berpotensi membingungkan pengguna baru. Panduan tertulis dinilai cukup, namun adanya video tutorial yang lebih detail dianggap akan membantu. Selain itu, harga paket regional Asia Pasifik disebut sedikit lebih mahal dibanding membeli paket lokal per negara, meski selisihnya dinilai sepadan dengan kenyamanan tidak perlu mengurus lebih dari satu eSIM.

Secara keseluruhan, pengalaman penggunaan Yesim dalam perjalanan multi-negara di Asia dinilai memuaskan, dengan catatan bahwa performa jaringan di area terpencil tetap bergantung pada infrastruktur setempat dan tidak sepenuhnya dapat dikendalikan penyedia layanan.