Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar pameran yang memadukan sains dan seni bertajuk Data Art: Indonesia Life Behind Data. Pameran ini berlangsung di Jogja Gallery, Kota Yogyakarta, pada 25–30 Agustus 2025.
Rektor UGM Prof. Ova Emilia menyebut pameran tersebut sebagai agenda pertama di Indonesia yang menggabungkan sains dengan seni secara komprehensif. Pernyataan itu disampaikan saat pembukaan pameran pada Senin (25/8), sebagaimana dikutip dari laman Pemkot Yogyakarta.
“Ini adalah terobosan baru, dan saya bangga bahwa UGM menjadi pionirnya,” ujar Ova Emilia.
Menurut Ova, sains selama ini kerap dipahami sebagai bidang yang rasional dan terukur, sedangkan seni identik dengan ekspresi bebas tanpa batas. Namun, pertemuan keduanya dapat melahirkan interpretasi yang imajinatif sekaligus bermakna.
“Sama seperti seni yang selalu dikaitkan dengan kebebasan berekspresi, teknologi pun berkembang bebas, kita tidak bisa memprediksi. Di situlah keduanya saling bertemu dan saling memperkaya,” ucapnya.
Apresiasi juga disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Kota Yogyakarta, Yetti Martanti, yang hadir dalam pembukaan pameran. Ia menilai kegiatan semacam ini melengkapi posisi Kota Yogyakarta, tidak hanya sebagai kota budaya, tetapi juga sebagai kota yang terbuka terhadap inovasi serta kolaborasi lintas disiplin.
“Kami mengapresiasi setinggi-tingginya gelaran ini. Pameran ini tidak hanya menampilkan kreativitas, tetapi juga mengajarkan bagaimana data yang biasanya kaku dan teknis dapat disulap menjadi sesuatu yang indah, bermakna, serta dekat dengan masyarakat. Harapan kami, kegiatan ini bisa menjadi inspirasi untuk generasi muda dalam mengembangkan seni berbasis sains,” ujar Yetti.