Generasi Z kian mantap menapaki dunia wirausaha digital dan usaha rintisan (startup), terinspirasi dari keberhasilan sejumlah startup besar di Indonesia seperti Gojek, Tokopedia, dan Ruangguru. Seiring minat tersebut, perguruan tinggi dinilai berperan dalam menyiapkan bekal pengetahuan dan pengalaman bagi mahasiswa yang ingin membangun startup sejak masa kuliah.
Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) menyatakan dukungannya melalui program pendidikan yang menggabungkan aspek teknologi, bisnis, dan kepemimpinan. Kepala Kampus UBSI kampus Kramat 98, Ricky Sastra, mengatakan kampusnya berkomitmen mencetak generasi muda yang tidak hanya mampu beradaptasi di era digital, tetapi juga menjadi pencipta perubahan melalui startup.
“Kami tidak ingin mahasiswa kami hanya menjadi pengguna teknologi, tapi juga sebagai inovator yang bisa membangun solusi bagi masyarakat. UBSI membekali mereka dengan ilmu praktis dan pengalaman nyata agar siap menjadi pendiri startup sejak di kampus,” ujar Ricky kepada media, Jumat (10/10).
UBSI menyebut memiliki sejumlah program studi, antara lain Sistem Informasi, Manajemen, Software Engineering (RPL), Ilmu Komunikasi, dan Teknologi Informasi, yang dirancang selaras dengan kebutuhan industri digital. Kurikulum disebut berorientasi praktik, dengan pelatihan pembuatan prototipe aplikasi, penyusunan rencana bisnis (business plan), serta presentasi ide startup di hadapan praktisi dan investor.
Selain pembelajaran di kelas, UBSI juga menghadirkan inkubator bisnis dan BSI Startup Center (BSC) sebagai wadah pengembangan ide startup mahasiswa. Melalui pendampingan mentor profesional, mahasiswa dibimbing dalam riset pasar, pengelolaan keuangan, hingga strategi pemasaran digital.
“Kami ingin memastikan setiap mahasiswa yang punya ide hebat bisa menjadikannya nyata dan berkelanjutan,” kata Ricky.
UBSI juga menyatakan aktif menjalin kerja sama dengan komunitas startup, venture capital, dan perusahaan teknologi nasional. Sejumlah kegiatan, seperti seminar kewirausahaan, bootcamp digital startup, dan program mentoring, disebut menjadi bagian dari ekosistem kewirausahaan di kampus.
“Kolaborasi ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperluas jejaring, belajar langsung dari pelaku industri, dan memahami dinamika dunia startup yang sesungguhnya,” ujarnya.
UBSI menambahkan bahwa Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) 2025/2026 dapat menjadi kesempatan bagi calon mahasiswa yang ingin menekuni jalur pebisnis digital, dengan pendaftaran yang dapat dilakukan secara online. Ricky menyatakan UBSI berupaya menjadi kampus yang mendorong kemajuan ekonomi kreatif berbasis teknologi dan menyiapkan generasi muda yang inovatif serta mandiri.
“Melalui pendekatan pendidikan yang relevan dan berorientasi masa depan, UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif terus menjadi tempat lahirnya generasi muda yang inovatif, mandiri, dan berdampak luas bagi masyarakat. Generasi Z kini memiliki peluang nyata untuk siap jadi pendiri startup yang membawa perubahan positif di era ekonomi digital,” tutupnya.