BERITA TERKINI
Ekosistem Startup Tumbuh Pesat, Talenta Digital Kian Dibutuhkan

Ekosistem Startup Tumbuh Pesat, Talenta Digital Kian Dibutuhkan

Perkembangan startup di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir berlangsung cepat. Berbagai layanan berbasis teknologi bermunculan, mulai dari aplikasi pembayaran digital, platform belajar online, layanan kesehatan berbasis teknologi, hingga marketplace yang memudahkan masyarakat berbelanja dari mana saja.

Fenomena tersebut mencerminkan menguatnya ekosistem startup di Indonesia, yang disebut menjadi salah satu yang terbesar di Asia Tenggara. Pertumbuhan ini turut didorong oleh tingginya penggunaan internet serta besarnya populasi generasi muda.

Perubahan gaya hidup digital juga ikut membuka ruang bagi startup untuk menawarkan solusi yang mempermudah aktivitas sehari-hari. Beragam kebutuhan kini dapat dilakukan melalui smartphone, seperti memesan makanan, berbelanja, hingga bertransaksi keuangan.

Dari sisi teknologi, kemajuan cloud computing, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), dan data analytics membuat startup dapat bergerak lebih cepat dengan biaya operasional yang dinilai lebih efisien. Teknologi tersebut dimanfaatkan untuk memahami perilaku pengguna, mengembangkan produk digital, dan memperluas layanan.

Namun, pertumbuhan ini juga diiringi tantangan. Persaingan yang semakin ketat, keterbatasan pendanaan pada tahap awal, serta kebutuhan menemukan model bisnis berkelanjutan menjadi sejumlah persoalan yang dihadapi perusahaan rintisan. Dalam kondisi tersebut, startup membutuhkan talenta digital yang tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga mampu berinovasi dan beradaptasi dengan cepat.

Sejumlah profesi berbasis teknologi pun kian dicari, antara lain software developer, data scientist, UI/UX designer, hingga cybersecurity specialist. Peran mereka dinilai penting dalam membangun produk digital, menjaga keamanan sistem, dan mendorong inovasi agar startup dapat terus berkembang.

Sejalan dengan kebutuhan tersebut, bidang Teknologi Informasi disebut menjadi salah satu jurusan yang semakin relevan. Pada bidang ini, mahasiswa tidak hanya mempelajari pemrograman atau sistem teknologi, tetapi juga memahami pemanfaatan teknologi untuk membangun produk digital, mengolah data, serta menciptakan solusi inovatif yang dibutuhkan industri startup.

Dalam konteks ini, Cyber University—yang dikenal sebagai The First Fintech University in Indonesia—menghadirkan Program Studi Teknologi Informasi yang berfokus pada pengembangan keterampilan teknologi masa depan. Disebutkan, pembelajaran dilakukan berbasis praktik, kolaborasi dengan industri, serta penguasaan teknologi terkini untuk mempersiapkan mahasiswa memasuki dunia startup dan industri teknologi.

Selain itu, Cyber University juga memiliki program Company Learning Program (CLP) 3+1, yakni skema belajar tiga tahun dan satu tahun magang di industri. Program ini disebut membuat lulusan lebih cepat terserap dunia kerja karena telah memiliki pengalaman dan portofolio setelah lulus.