BERITA TERKINI
UBSI Bekali Mahasiswa Sistem Informasi Akuntansi untuk Menjaga Integritas Data Keuangan Startup

UBSI Bekali Mahasiswa Sistem Informasi Akuntansi untuk Menjaga Integritas Data Keuangan Startup

Perkembangan startup di Indonesia dalam satu dekade terakhir mengubah lanskap bisnis secara signifikan. Berbagai sektor, mulai dari e-commerce, fintech, edutech, hingga healthtech, tumbuh pesat dengan model bisnis berbasis teknologi dan data. Di balik pertumbuhan tersebut, muncul kebutuhan penting yang tak bisa diabaikan, yakni menjaga akurasi, transparansi, dan keandalan sistem keuangan digital.

Kebutuhan ini menjadi perhatian kalangan akademisi, termasuk Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI). Melalui Program Studi Sistem Informasi Akuntansi, UBSI memadukan keahlian akuntansi dengan teknologi informasi untuk menjawab tantangan audit dan pengelolaan data di perusahaan berbasis digital.

Kepala Kampus UBSI Cikampek, Nurul Ichsan, menilai transformasi digital mendorong lahirnya profesi yang mampu menjembatani teknologi dan keuangan sekaligus.

“Startup membutuhkan kecepatan, tetapi juga membutuhkan kepercayaan. Di sinilah lulusan Sistem Informasi Akuntansi memiliki peran penting sebagai penjaga integritas data dan sistem keuangan digital agar tetap transparan dan akurat,” ujar Nurul Ichsan dalam keterangan rilis di Karawang, Jumat (2/3).

Ia menambahkan, perusahaan berbasis teknologi tidak lagi cukup diawasi dengan pendekatan audit konvensional. Sistem berbasis cloud, transaksi real-time, serta integrasi berbagai platform digital menuntut kemampuan analisis yang lebih komprehensif.

“Mahasiswa kami dibekali pemahaman akuntansi sekaligus kemampuan membaca sistem informasi dan alur data. Dengan kombinasi ini, mereka siap menjadi penghubung antara tim teknis dan manajemen dalam menjaga keandalan informasi keuangan,” katanya.

Berbeda dengan perusahaan konvensional, startup banyak bergantung pada sistem terintegrasi berbasis cloud dan dashboard real-time. Proses audit pun tidak lagi sebatas memeriksa dokumen fisik atau laporan akhir tahun, melainkan menelusuri alur data dari hulu ke hilir. Di sisi lain, investor dan regulator juga menuntut transparansi yang lebih tinggi, termasuk keandalan sistem pencatatan otomatis dan keamanan data pengguna.

Dalam konteks ini, lulusan Sistem Informasi Akuntansi diposisikan sebagai penghubung antara tim teknologi dan tim keuangan. Mereka diharapkan tidak hanya memahami prinsip akuntansi, tetapi juga database, kontrol sistem, hingga analisis data yang digunakan dalam operasional perusahaan digital.

Melalui kurikulum berbasis praktik dan studi kasus industri, UBSI menyatakan berupaya memastikan mahasiswa memiliki kesiapan menghadapi dunia kerja yang dinamis. Pendekatan tersebut ditujukan untuk membentuk lulusan yang kompeten secara akademik sekaligus adaptif terhadap perubahan teknologi.