Layanan internet banking kian banyak digunakan di Indonesia seiring meningkatnya akses internet dan berkembangnya berbagai situs maupun aplikasi digital. Namun, kemudahan transaksi ini juga diiringi risiko serangan siber yang dapat menimbulkan kerugian materiil.
Internet banking merupakan layanan perbankan elektronik yang memungkinkan nasabah melakukan transaksi finansial dan nonfinansial melalui situs resmi bank dengan koneksi internet. Layanan ini dapat diakses 24 jam sehari dan 7 hari seminggu melalui browser di komputer, laptop, atau smartphone, sehingga nasabah tidak perlu datang ke kantor cabang maupun ATM.
Pengamat teknologi informasi dan keamanan siber dari Vaksincom, Alfons Tanujaya, membagikan sejumlah langkah yang dapat dilakukan pengguna untuk meningkatkan keamanan saat memakai internet banking. Berikut tujuh tips pengamanan yang disampaikan.
1. Waspadai transaksi bernilai besar saat akhir pekan
Pengguna disarankan berhati-hati melakukan transaksi besar pada akhir pekan. Menurut Alfons, kejahatan digital umumnya dilakukan saat weekend ketika kantor bank tutup. Ia menyarankan pembayaran dilakukan pada hari kerja dan memastikan hari berikutnya bukan hari libur atau hari besar.
2. Jangan langsung percaya hasil pencarian Google
Alfons mengingatkan agar pengguna tidak serta-merta mempercayai hasil Google Search. Ia menyebut banyak hasil pencarian maupun iklan yang dapat mengarahkan pengguna ke situs phishing.
3. Gunakan antivirus dan hindari aplikasi ilegal
Pengguna dianjurkan memasang antivirus serta memastikan tidak ada aplikasi ilegal atau malware yang berpotensi mengalihkan akses internet banking.
4. Pahami bahwa keamanan adalah proses berkelanjutan
Alfons menekankan prinsip “security is a process”, yakni keamanan terbentuk dari rangkaian proses dan aktivitas yang berjalan terus-menerus. Perlindungan yang aman hari ini, menurutnya, tidak otomatis menjamin tetap aman pada hari berikutnya atau bulan depan. Pengguna diminta tetap waspada dan tidak terlalu percaya diri terhadap sistem keamanan.
5. Pastikan alamat situs yang diakses benar
Pengguna diminta memastikan situs yang dibuka sesuai dengan alamat internet banking yang asli, bukan situs tiruan atau phishing.
6. Jangan mudah percaya pihak yang mengaku dari bank
Alfons mengingatkan agar pengguna tidak mudah percaya ketika dihubungi pihak yang mengaku sebagai customer service bank atau bahkan kepala cabang. Terlebih apabila meminta OTP. Ia menegaskan OTP tidak boleh diberikan kepada siapa pun.
7. Jangan membagikan OTP kepada siapa pun
Masih terkait poin sebelumnya, Alfons menekankan kembali agar OTP tidak dibagikan, apa pun alasan dan siapa pun yang memintanya.