Presiden Amerika Serikat Donald Trump menunjuk sejumlah tokoh besar industri teknologi, termasuk Mark Zuckerberg dan CEO Nvidia Jensen Huang, untuk bergabung dalam panel penasihat sains dan teknologi yang akan membahas kebijakan kecerdasan buatan (AI).
Penunjukan ini menjadi bagian dari pembentukan dewan penasihat teknologi pemerintah AS. Dewan tersebut bertugas memberikan rekomendasi terkait pengembangan dan regulasi AI, serta teknologi strategis lainnya.
Selain Zuckerberg dan Huang, panel ini juga diisi sejumlah nama lain dari industri teknologi, seperti pendiri Oracle Larry Ellison, CEO AMD Lisa Su, serta investor teknologi Marc Andreessen.
Dewan ini bersifat konsultatif. Artinya, panel tidak memiliki kewenangan regulasi secara langsung, tetapi memberikan masukan dan rekomendasi kepada pemerintah mengenai arah pengembangan teknologi.
Dalam pernyataannya, Zuckerberg mengatakan dirinya merasa terhormat dapat bergabung dan berkontribusi dalam upaya menjaga kepemimpinan AS di bidang AI.
Pembentukan panel ini disebut sebagai bagian dari strategi pemerintah AS untuk memperkuat posisi negara tersebut dalam “perlombaan AI” global, terutama menghadapi rival seperti China. Keterlibatan Huang, yang memimpin Nvidia sebagai pemasok utama chip AI, serta Zuckerberg yang memimpin Meta dengan fokus besar pada pengembangan AI, dinilai dapat menghadirkan perspektif industri dalam penyusunan kebijakan.
Penunjukan para eksekutif teknologi ini juga menandai pendekatan pemerintah AS yang semakin mengandalkan kolaborasi dengan sektor swasta untuk mempercepat inovasi. Sebelumnya, pemerintah AS disebut telah beberapa kali menggelar forum tertutup dengan para CEO teknologi untuk membahas regulasi dan dampak AI, termasuk isu keamanan, etika, dan dampak ekonomi.
Melalui panel penasihat ini, pemerintah AS berharap dapat merumuskan kebijakan yang mendorong inovasi sekaligus mempertahankan posisi negara tersebut sebagai pemimpin global dalam teknologi kecerdasan buatan.