BERITA TERKINI
Trump Puji Perangkat Lunak Maven Palantir, AI Disebut Makin Sentral dalam Operasi Militer AS

Trump Puji Perangkat Lunak Maven Palantir, AI Disebut Makin Sentral dalam Operasi Militer AS

TEHERAN — Perangkat lunak kecerdasan buatan (AI) Maven milik Palantir disebut berperan dalam membentuk dinamika konflik Amerika Serikat dan Iran, dengan kemampuan membantu militer mengidentifikasi ribuan target dalam waktu singkat. Perkembangan ini dinilai menandai pergeseran AI dari sekadar alat pendukung pekerjaan administratif menuju teknologi yang semakin sentral dalam peperangan.

Pada 10 April, Presiden Amerika Serikat Donald Trump memuji Palantir melalui platform media sosial Truth Social. Ia menyatakan perusahaan perangkat lunak tersebut “telah menunjukkan kemampuan dan peralatan tempur yang sangat baik” serta menambahkan, “Tanyakan saja pada musuh kita.”

Pujian itu muncul di tengah narasi bahwa penggunaan AI dalam operasi militer kini memasuki fase baru. Konflik di Iran disebut sebagai salah satu contoh skala besar pertama di dunia ketika AI digunakan untuk mengelola operasi militer secara langsung dan real-time, dengan Palantir berada di pusat kampanye tersebut.

Menurut laporan, sebelum bom dijatuhkan di Teheran pada 28 Februari, perangkat lunak Maven—di bawah arahan Pentagon—menyaring arsip besar citra satelit dan video drone. Dari proses itu, sistem menyiapkan lebih dari 1.000 opsi serangan untuk para komandan Amerika.

Proses pengambilan keputusan yang sebelumnya memerlukan waktu berhari-hari bagi analis dilaporkan dapat dipersingkat menjadi hitungan menit. Serangan udara tetap dilakukan oleh manusia, namun Maven disebut mengambil alih bagian pekerjaan analisis yang paling berat.

Operasi ini bertumpu pada Sistem Cerdas Maven, yang dilaporkan berjalan di atas platform AI Claude yang dikembangkan oleh Anthropic.