Tri meluncurkan fitur berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk membantu pengguna menghadapi ancaman spam dan scam di ruang digital. Dalam peluncuran tersebut, Tri menggandeng content creator Fadil Jaidi sebagai mitra digital yang dinilai peduli terhadap keselamatan dan pemberdayaan generasi muda.
Fadil mengatakan fitur ini dapat membantunya mengedukasi orang-orang terdekat agar lebih waspada saat menerima panggilan maupun pesan. Ia juga membagikan pengalaman keluarganya yang pernah menjadi korban penipuan.
“Jujur beberapa waktu lalu Mama aku sempat kena scam dan angkanya lumayan besar, sampai 3 digit. Modusnya itu si penipu seolah-olah teman Mama, jadi Mama percaya aja (untuk transfer). Fitur ini akan aku review secepatnya, menurutku ini penting banget dicoba biar menghindari spam dan scam,” kata Fadil.
Tri menjelaskan, pengguna dapat mengaktifkan fitur Tri AI dengan beberapa langkah. Bagi yang belum menjadi pengguna Tri, perlu membeli Perdana Happy 3GB/30 hari seharga Rp 35 ribu. Sementara bagi pengguna Tri, fitur Tri AI Basic akan aktif secara otomatis. Jika ingin menggunakan fitur Plus+, pengguna perlu mengaktifkan paket Isi Ulang Happy mulai dari Rp 50 ribu.
Setelah itu, pengguna diminta mengaktifkan VoLTE pada menu jaringan seluler, mengunduh atau memperbarui aplikasi bima+ versi terbaru, serta mengatur bima+ sebagai aplikasi panggilan utama. Setelah langkah-langkah tersebut dilakukan, fitur AI siap digunakan.
Dalam kesempatan terpisah, Director & Chief Commercial Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Bilal Kazmi, menyampaikan bahwa AIvolusi 5G menegaskan komitmen Tri untuk menghadirkan jaringan yang lebih aman. Menurutnya, upaya ini ditujukan agar anak muda dapat bereksplorasi, berkarya, dan menjelajah dunia online dengan lebih percaya diri.
“Dengan produk hemat, jaringan cepat, dan komitmen menciptakan ekosistem digital yang lebih aman, Tri terus berdiri di garda depan perlindungan digital agar anak muda Indonesia bisa #JadiLebihHebat,” ujar Bilal.