Tren pendirian startup di kalangan mahasiswa terus menunjukkan pertumbuhan dalam beberapa tahun terakhir. Kampus tidak lagi dipandang semata sebagai ruang belajar teori, tetapi berkembang menjadi laboratorium inovasi yang melahirkan beragam solusi berbasis teknologi. Mahasiswa pun kian berani memulai usaha sejak dini dengan memanfaatkan peluang digital untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
Fenomena ini didorong oleh meningkatnya literasi digital, kemudahan akses teknologi, serta dukungan ekosistem kampus yang semakin kuat. Ide bisnis mahasiswa kerap berangkat dari tugas perkuliahan, riset, hingga persoalan nyata di lingkungan sekitar. Bidang yang digarap pun beragam, mulai dari pendidikan dan pariwisata, hingga layanan berbasis kecerdasan buatan (AI).
Di Universitas Nusa Mandiri (UNM), penguatan ekosistem kewirausahaan mahasiswa dilakukan melalui Nusa Mandiri Startup Center (NSC). NSC menyediakan program inkubasi, mentoring bisnis, pelatihan pitching, hingga pendampingan akses jejaring industri dan peluang pendanaan.
Kepala Nusa Mandiri Startup Center, Siti Nurlela, menilai startup mahasiswa bukan sekadar tren, melainkan bagian dari transformasi pendidikan tinggi berbasis inovasi. “Startup mahasiswa bukan hanya mengikuti tren digital, tetapi menjadi ruang aktualisasi ide dan solusi yang berdampak. Di Universitas Nusa Mandiri sebagai Kampus Digital Bisnis, kami mendorong mahasiswa untuk berani menguji gagasan, memvalidasi pasar, dan membangun model bisnis yang berkelanjutan,” ujarnya dalam rilis yang diterima pada Jumat (20/2).
Menurutnya, peran NSC tidak berhenti pada pembinaan teknis, tetapi juga memastikan setiap ide memiliki arah pengembangan yang jelas. “Kami mendampingi mahasiswa mulai dari eksplorasi ide, penyusunan model bisnis, hingga kesiapan pitching kepada investor. Targetnya bukan sekadar melahirkan startup, tetapi mencetak founder muda yang siap bersaing di industri digital,” tambahnya.
Melalui kolaborasi mahasiswa, dosen, dan NSC, UNM berupaya memperkuat ekosistem inovasi kampus. Mahasiswa dipersiapkan tidak hanya sebagai pencari kerja, tetapi juga sebagai pencipta lapangan kerja di era ekonomi digital.
Siti Nurlela menambahkan, tantangan di dunia startup semakin kompleks. Namun, ia menilai peluang lahirnya startup unggul dari bangku perkuliahan tetap terbuka dengan pendampingan yang konsisten dan lingkungan yang mendukung. Ia menegaskan komitmen UNM untuk menjadi ruang tumbuh bagi generasi founder masa depan.