Transformasi digital di sektor perbankan nasional kian menguat pada awal 2026. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) mencatat peningkatan signifikan pada aktivitas transaksi digital nasabah, seiring pergeseran preferensi masyarakat ke layanan non-tunai yang dinilai lebih praktis dibandingkan metode konvensional.
Berdasarkan data hingga Februari 2026, total volume transaksi digital BTN mencapai 53,7 juta transaksi. Angka ini tumbuh 57% secara tahunan (year on year/yoy). Dari sisi nilai, transaksi digital tercatat sebesar Rp 27,6 triliun atau naik 11% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Perbandingan pertumbuhan volume yang lebih tinggi daripada nilai transaksi menunjukkan peningkatan frekuensi penggunaan layanan digital, termasuk untuk transaksi bernilai kecil seperti pembayaran rutin. Di sisi lain, peningkatan aktivitas digital juga berkontribusi pada pendapatan berbasis komisi (fee based income). Sepanjang 2025, BTN membukukan pertumbuhan fee based income sebesar 12% secara tahunan.
BTN menyebut kanal utama transaksi digital nasabah ditopang oleh super app Bale by BTN. Melalui aplikasi ini, nasabah dapat melakukan beragam aktivitas perbankan tanpa harus mendatangi kantor cabang. Jenis transaksi yang banyak digunakan mencakup transfer BI-FAST, transfer antar rekening (sesama BTN maupun ke bank lain), pembayaran QRIS, pembayaran tagihan rutin seperti token listrik dan air, serta pengisian saldo dompet digital.
Untuk sisa 2026, BTN menargetkan total transaksi digital menembus 300 juta transaksi hingga akhir tahun. Nilai transaksi yang dibidik diproyeksikan melampaui Rp 165,7 triliun. Sejumlah langkah disiapkan untuk mencapai target tersebut, mulai dari pengembangan fitur dan layanan aplikasi, peningkatan infrastruktur teknologi informasi untuk keamanan dan kecepatan transaksi, perluasan jaringan merchant melalui kolaborasi dengan UMKM, integrasi layanan dengan institusi pendidikan dan rumah sakit, hingga pelaksanaan program promosi tematik guna mendorong frekuensi penggunaan aplikasi.
BTN juga menekankan pentingnya edukasi berkelanjutan kepada nasabah agar pemanfaatan layanan digital tetap aman dan efisien, seiring meluasnya ekosistem pembayaran non-tunai dalam gaya hidup masyarakat.