Kemacetan kerap menjadi bagian yang sulit dihindari dalam perjalanan mudik Lebaran. Antrean kendaraan yang mengular dapat membuat waktu tempuh membengkak, memicu kelelahan, dan meningkatkan stres apabila tidak disikapi dengan tepat.
Dalam kondisi macet panjang, pengemudi disarankan tetap menjaga ketenangan dan bersikap sabar. Emosi yang terpancing dapat mengganggu konsentrasi, padahal fokus diperlukan karena laju kendaraan sering berubah-ubah, dari berhenti mendadak hingga bergerak perlahan.
Selain itu, menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan menjadi hal penting. Saat kemacetan, pergerakan lalu lintas cenderung tidak stabil sehingga risiko tabrakan akibat pengereman mendadak dapat meningkat bila jarak terlalu rapat.
Jika kemacetan berlangsung lama dan kendaraan tidak bergerak, mematikan mesin dapat menjadi pilihan untuk menghemat bahan bakar sekaligus mengurangi panas pada mesin. Di saat yang sama, pengemudi juga dianjurkan memantau informasi lalu lintas untuk mengetahui perkembangan kondisi jalan.
Ketika mulai merasa lelah, pengemudi perlu memprioritaskan istirahat fisik. Bila memungkinkan, berhenti di lokasi yang aman seperti rest area untuk memulihkan kondisi sebelum melanjutkan perjalanan.
Hal lain yang tidak kalah penting adalah memperhatikan kondisi bahan bakar. Ketersediaan bahan bakar perlu dipantau agar perjalanan tetap aman, terutama ketika kemacetan membuat konsumsi bahan bakar berlangsung lebih lama dari perkiraan.