BLITAR — Menjalani puasa selama sekitar 13 jam kerap membuat tubuh terasa lelah. Kreator konten asal Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar, Louisa Yeni, membagikan pengalamannya menjaga produktivitas selama Ramadan di tengah aktivitasnya membuat konten promosi, mulai produk kecantikan hingga kuliner.
Yeni mengatakan rutinitasnya tetap berjalan meski sedang berpuasa. Ia mengakui kegiatan blusukan ke berbagai lokasi terkadang membuatnya kelelahan. Karena itu, ia menilai produktif selama Ramadan perlu dimulai dari diri sendiri, salah satunya dengan mengatur jadwal kegiatan secara selektif.
Selain manajemen waktu, ia menekankan pentingnya menjaga asupan makanan bergizi saat sahur dan berbuka. Menurutnya, langkah tersebut menjadi antisipasi agar tubuh tidak lemas berlebihan, terutama ketika aktivitas justru bisa bertambah selama bulan puasa.
“Sebagai antisipasi biar enggak lemas berlebih. Karena kadang bulan puasa justru kegiatan bisa jadi tambah banyak,” ujarnya, Sabtu (6/4). Ia menyebut buah dan sayur menjadi menu wajib saat sahur dan berbuka karena kandungan gizinya membantu menyumbang energi tubuh.
Yeni juga mengonsumsi vitamin C dan suplemen kesehatan untuk menjaga imunitas. Untuk pilihan takjil, ia menyebut kurma dan kolak bisa menjadi referensi. Setelah itu, ia biasanya melanjutkan dengan menu utama favoritnya berupa sayur asam dan sumber protein hewani dari ikan goreng.
Selain makanan, ia mengingatkan pentingnya mencukupi kebutuhan cairan. Ia mengaku banyak minum air putih sejak berbuka hingga sahur. “Jangan lupa, air putih penting. Aku biasanya dari buka sampai sahur banyak banget minum air. Kadang buka puasa 4 gelas, emang dasarnya suka air putih juga,” katanya.
Menurut Yeni, asupan multivitamin membantunya tetap terjaga pada siang hingga sore hari. Ia menilai belum menemui kendala berarti hingga menjelang akhir Ramadan. Meski begitu, ia mengakui tantangan saat berpuasa adalah kondisi tubuh yang kadang lemas dan rasa lapar yang dapat mengganggu fokus.
Untuk mengatasinya, ia berupaya mengalihkan perhatian dengan mencari ide-ide kreatif agar tetap energik dan produktif. “Tantangannya, kalau puasa kadang kan agak lemas, itu disiasati biar energik. Nah kalau lapar, kadang kan saya susah fokus, itu dialihkan aja. Cari ide kreatif,” tutupnya.