Maraknya praktik judi online di Indonesia dinilai belum menemukan solusi yang efektif. Meski pemerintah telah memblokir ribuan situs, aktivitas serupa terus muncul kembali dengan domain dan nama baru.
Di tengah situasi tersebut, tiga anak muda Indonesia memperkenalkan inovasi teknologi yang diklaim dapat membantu membongkar jaringan judi online. Tim software engineer yang dipimpin Reynaldo Wijaya Hendry mencuri perhatian setelah meraih posisi runner-up dalam ajang OpenAI Codex Hackathon Singapore.
Mereka menghadirkan GambitHunter, sebuah aplikasi berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dirancang untuk memburu dan mengumpulkan bukti praktik judi online. Aplikasi ini disebut lahir dari kegelisahan para pengembang melihat dampak judi online yang semakin meluas di masyarakat.
Dalam paparan mereka, judi online disebut telah menimbulkan beragam dampak, mulai dari korban terlilit utang, mengalami kecanduan, hingga memicu konflik keluarga dan tindak kriminal.
Selama ini, upaya pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) lebih banyak mengandalkan pemblokiran situs. Namun, pendekatan tersebut dinilai belum cukup efektif karena situs-situs baru terus bermunculan.