BERITA TERKINI
TikTok Perkenalkan Fitur AI untuk Moderasi Komentar, Perlindungan Live, dan Verifikasi Informasi

TikTok Perkenalkan Fitur AI untuk Moderasi Komentar, Perlindungan Live, dan Verifikasi Informasi

TikTok meluncurkan sejumlah fitur baru berbasis kecerdasan buatan (AI) yang ditujukan untuk meningkatkan perlindungan bagi kreator konten. Salah satu fitur utamanya adalah Creator Care Mode, yang dirancang untuk membantu menciptakan lingkungan lebih aman dan nyaman, baik saat kreator mengunggah video maupun ketika melakukan siaran langsung.

Melalui Creator Care Mode, TikTok menghadirkan moderasi otomatis untuk menghadapi komentar negatif atau toxic yang kerap muncul di kolom komentar. Sistem AI pada fitur ini menganalisis pola serta jenis komentar yang tidak diinginkan oleh kreator, lalu memblokir komentar serupa pada kesempatan berikutnya. Dengan mekanisme tersebut, kreator tidak perlu menyaring komentar secara manual dan dapat mengandalkan pengaturan yang diaktifkan melalui fitur ini.

Perlindungan juga diperluas ke TikTok Live. Dalam siaran langsung, kreator kini dapat memblokir emoji atau frasa tertentu secara massal selama live berlangsung. Langkah ini ditujukan untuk meminimalkan gangguan, termasuk komentar negatif dan pelecehan verbal, sehingga ruang siaran dapat tetap lebih positif dan fokus.

Selain moderasi, TikTok turut memperkenalkan Creator Inbox sebagai sistem komunikasi dua arah antara kreator dan pengikut. Fitur ini memungkinkan kreator mengelola pesan masuk, membalas secara massal, serta mengelompokkan pesan agar interaksi lebih efisien dan terorganisir, dengan konsep yang disebut mirip dengan fitur Broadcast di Instagram.

Di sisi lain, TikTok juga meluncurkan Footnotes, fitur verifikasi informasi yang disebut serupa dengan Community Notes di platform X. Footnotes mengandalkan komunitas pengguna terverifikasi untuk menambahkan klarifikasi dan fakta tambahan pada konten video. Fitur ini melengkapi kerja tim pemeriksa fakta internal TikTok, yang disebut telah bekerja sama dengan 20 mitra pemeriksa fakta terakreditasi IFCN, mencakup 60 bahasa di lebih dari 130 negara.

Peluncuran rangkaian fitur tersebut hadir di tengah tekanan politik global, terutama dari Amerika Serikat, yang mempertanyakan keamanan data dan potensi manipulasi algoritma TikTok. Dalam konteks ini, TikTok menempatkan pembaruan fitur sebagai upaya memperkuat citra platform yang aman dan bertanggung jawab, sekaligus menunjukkan pemanfaatan AI untuk perlindungan digital, tidak hanya untuk kebutuhan hiburan.