Riset memegang peranan krusial dalam pengembangan bisnis, terutama di sektor teknologi dan media massa. Tanpa riset yang memadai, produk yang dikembangkan berpotensi mengalami kesenjangan antara harapan pengguna dengan fitur yang ditawarkan. Hal ini disampaikan oleh Satkar Ulama, Product and UX Research Lead Tokopedia, dalam sebuah workshop daring mengenai UX Research pada 16 November.
Menurut Satkar, ketidaksesuaian antara ekspektasi pengguna dan produk yang dirilis dapat menyebabkan produk tersebut kurang berhasil di pasar. Oleh karena itu, memahami jenis riset yang tepat merupakan hal yang penting untuk menghadirkan produk dan pengalaman pengguna (user experience/UX) yang optimal.
Tiga Jenis Riset Internal di Tokopedia
Tokopedia menerapkan tiga jenis riset utama dalam pengembangan produk dan UX, yaitu riset produk, riset pengalaman pengguna (UX research), dan riset pasar. Masing-masing riset memiliki tujuan dan cakupan yang berbeda serta menggunakan metodologi yang sesuai dengan kebutuhan.
- Riset Produk
Riset ini fokus pada fitur atau produk secara langsung. Contohnya membandingkan fitur investasi reksadana pada Tokopedia dengan kompetitor atau menilai dashboard seller dari sisi kelengkapan dan kekurangan. Metodologi yang umum digunakan meliputi competitive analysis untuk membandingkan fitur, usability test untuk mengidentifikasi kekurangan, dan card sorting untuk memahami preferensi pengguna terhadap tampilan awal aplikasi atau situs. - Riset Pengalaman Pengguna (UX Research)
Riset UX menilai bagaimana pengguna berinteraksi dan merasakan pengalaman saat menggunakan produk, seperti proses berbelanja di aplikasi e-commerce atau membaca berita di media online. Metode yang kerap digunakan meliputi survei, wawancara mendalam (in-depth interview), diskusi kelompok terarah (FGD), dan usability test. - Riset Pasar
Riset pasar memiliki cakupan yang lebih luas, termasuk aspek UX dan produk sekaligus. Contohnya adalah mempelajari lanskap pasar e-commerce di Indonesia, segmentasi pengguna, atau perubahan perilaku generasi milenial dalam mencari informasi. Metode riset pasar biasanya berupa survei nasional, wawancara mendalam, FGD, usability test, serta observasi langsung pengguna (contextual research).
Tips Melakukan Riset Produk dan UX Secara Efektif
Satkar Ulama juga membagikan beberapa prinsip yang penting dalam melakukan riset produk dan UX agar hasilnya maksimal:
- Memiliki Empati
Empati memungkinkan peneliti fokus pada kebutuhan dan aspirasi pengguna tanpa terpengaruh asumsi atau keinginan pribadi. - Kolaborasi Lintas Divisi
Bekerja sama antar tim seperti produk, pemasaran, dan bisnis membantu menemukan solusi yang lebih komprehensif terhadap tantangan pengguna. - Fleksibel dan Kreatif
Peneliti harus mampu menyesuaikan metode riset sesuai kondisi, seperti melakukan wawancara dan FGD secara virtual selama pandemi, tanpa mengorbankan kualitas data. - Ikuti Tren
Memahami tren terkini membantu riset menjadi relevan dengan kebutuhan pengguna. Sebagai contoh, kampanye Tokopedia "Waktu Indonesia Belanja" lahir dari riset yang mendalam terkait pengalaman pengguna. - Menentukan Tujuan
Peneliti wajib menetapkan tujuan riset yang jelas, seperti metrik bisnis atau aspek produk yang ingin diperbaiki, agar hasil riset dapat memberikan insight yang tepat bagi pengambil keputusan.
Dengan penerapan riset yang tepat dan komprehensif, perusahaan teknologi dapat terus berinovasi dan memberikan layanan yang lebih baik serta mendukung pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.