JAKARTA — Menjelang Hari Raya Lebaran 2026, jutaan pemudik di Indonesia diperkirakan kembali menghadapi kepadatan lalu lintas, terutama di jalan tol Trans-Jawa dan sejumlah jalur arteri. Untuk membantu perjalanan lebih lancar, pemudik dapat memanfaatkan aplikasi pemantau lalu lintas yang menyediakan informasi kondisi jalan secara terkini.
Berikut tiga aplikasi yang dapat digunakan untuk memantau lalu lintas selama musim mudik Lebaran 2026.
Google Maps
Google Maps masih menjadi salah satu pilihan utama untuk memantau kondisi jalan. Aplikasi ini menampilkan lalu lintas secara real-time melalui indikator warna, mulai dari hijau untuk kondisi lancar hingga merah untuk kemacetan. Selain itu, Google Maps menyediakan estimasi waktu tempuh, informasi SPBU, rest area, serta fitur peta offline. Aplikasi ini juga memiliki fitur pengalihan rute otomatis (rerouting) untuk membantu pengguna mencari rute yang dinilai lebih cepat. Per Maret 2026, Google Maps disebut telah diunduh lebih dari 10 miliar kali.
Waze
Waze mengandalkan laporan langsung dari pengguna untuk mendeteksi kondisi di lapangan, seperti kemacetan, kecelakaan, razia, maupun informasi contraflow pada mudik 2026. Aplikasi ini juga menawarkan rute alternatif, termasuk rute tol, disertai notifikasi suara. Perkiraan waktu tiba diperbarui secara real-time, dan pengguna juga dapat melihat informasi lokasi seperti SPBU maupun masjid.
Travoy
Travoy merupakan aplikasi resmi Jasa Marga yang menyediakan akses informasi dari sekitar 2.000 CCTV secara real-time. Aplikasi ini juga memuat informasi tarif tol di gerbang, ketersediaan rest area, serta pembaruan terkait rekayasa lalu lintas, termasuk kebijakan ganjil-genap mudik yang disebut mulai berlaku pada 18 Maret 2026.