Tencent mengumumkan peluncuran global kapabilitas kecerdasan buatan (AI) berbasis skenario yang ditujukan untuk mempercepat efisiensi industri, sekaligus memperkuat langkah internasionalisasi melalui Tencent Cloud. Senior Executive Vice President Tencent sekaligus CEO Cloud and Smart Industries Group, Dowson Tong, menyatakan bahwa aplikasi AI yang praktis dapat mendorong efisiensi industri, sementara internasionalisasi membuka peluang pertumbuhan baru.
Salah satu sorotan utama adalah Tencent Cloud Intelligent Agent Strategy Panorama yang menandai peluncuran global Agent Development Platform 3.0 (ADP). Melalui ADP, perusahaan dapat membangun dan menerapkan agen AI yang cerdas dan otonom ke dalam alur kerja, mulai dari layanan pelanggan, pemasaran, manajemen inventori, hingga riset. Tencent juga mengembangkan kerangka pengembangan agen seperti LLM+RAG, Workflow, dan Multi-Agent, dengan tujuan membantu perusahaan menciptakan agen yang stabil, aman, serta sesuai kebutuhan bisnis menggunakan data internal.
Untuk mendukung pengembangan dan pengoperasian agen AI, Tencent memperkenalkan AI Infra “Agent Runtime” sebagai fondasi infrastruktur yang dirancang agar proses pengembangan, penerapan, dan operasional agen AI dapat dilakukan lebih efisien.
Di sisi aplikasi perkantoran, Tencent menyebut pembaruan SaaS+AI yang memperkuat kolaborasi, termasuk fitur AI Minutes pada Tencent Meetings yang tingkat penggunaannya dilaporkan meningkat 150% setiap tahun. Pada ranah pengelolaan pengetahuan, Tencent LearnShare disebut telah digunakan oleh lebih dari 300.000 perusahaan dengan tingkat akurasi respons mencapai 92%. Sementara itu, CodeBuddy diklaim dapat mempersingkat proses kerja pemrograman hingga 40% dan meningkatkan efisiensi riset dan pengembangan (R&D) sebesar 16%.
Tencent juga meluncurkan sejumlah model AI baru berbasis Hunyuan, model bahasa besar (LLM) andalan perusahaan. Di antaranya Hunyuan 3D 3.0, Hunyuan 3D AI, dan Hunyuan 3D Studio yang menawarkan fitur 3D untuk kreator dan pengembang, termasuk di industri media dan gim. Tencent menyatakan Hunyuan 3D telah diunduh lebih dari 2,6 juta kali di Hugging Face dan menjadi model AI 3D sumber terbuka terpopuler di dunia.
Dalam satu tahun terakhir, Tencent menyebut model besar AI Hunyuan telah merilis lebih dari 30 model baru dan menempuh pendekatan sumber terbuka. Sejumlah model Hunyuan juga disebut mulai tersedia untuk publik, termasuk Hunyuan-A13B sebagai model hybrid inference, model penerjemahan yang mendukung lebih dari 30 bahasa, serta fitur pembuatan konten multiformat untuk gambar, video, dan konten 3D.
Di bidang ekspansi internasional, Tencent Cloud memaparkan peningkatan jumlah klien global yang disebut naik dua kali lipat dibanding tahun lalu. Dalam tiga tahun terakhir, Tencent Cloud International juga diklaim mencatat pertumbuhan tahunan lebih dari 10% di berbagai pasar global, terutama di Asia, termasuk Hong Kong, Asia Tenggara, dan Jepang. Tencent juga menyebut lebih dari 90% perusahaan internet terkemuka di Tiongkok dan 95% perusahaan gim terbesar di Tiongkok telah menggunakan layanan Tencent Cloud untuk mendukung ekspansi global.
Pada Tencent Cloud International Summit, sejumlah mitra global Tencent—antara lain Converge ICT Solutions, DANA, e& UAE, Hong Kong Jockey Club, Fusion Bank, GoTo Group, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), Miniclip, MUFG Bank (China), Prosus, dan True IDC—membahas pemanfaatan solusi komputasi awan dan AI untuk mendorong pertumbuhan bisnis dan strategi global berikutnya.
Senior Vice President Tencent Cloud International, Poshu Yeung, mengatakan Tencent Cloud ingin memperluas jangkauan internasional dan melayani lebih banyak industri melalui peluncuran solusi baru seperti Tencent Cloud Agent Development Platform.
Dalam kesempatan yang sama, Tencent Cloud International meresmikan kerja sama dengan sejumlah perusahaan global. Daftar mitra tersebut mencakup Datacom, IOH, Gardi Management, GoTo Group, MahakaX, MUFG Bank (China), RYDE Technologies, StoneLink, True IDC, dan 99 Group dari Asia Pasifik; Coop Bank Oromia dan Nativex dari Timur Tengah; eMAG dari Eropa; serta InCloud dari Amerika Utara.
Tencent menyatakan akan memperkuat strategi internasionalisasi Tencent Cloud melalui tiga pilar utama, yakni infrastruktur, produk teknologi, dan kapabilitas layanan, untuk membantu transformasi digital lintas industri. Sejumlah solusi Tencent Cloud seperti Superapp-as-a-Service dan PalmAI disebut telah digunakan oleh perusahaan internasional di Asia Pasifik, Timur Tengah, dan Amerika.
Tencent Cloud juga merilis versi internasional dari beberapa produk, termasuk Tencent Cloud Agent Development Platform (TCADP), CodeBuddy, dan Cloud Mall, yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan lokal sekaligus mendukung beban kerja tinggi secara global. Tencent mencontohkan EdgeOne, platform keamanan dan akselerasi yang telah mengintegrasikan large language models dan Model Context Protocol (MCP) Server untuk menghadirkan EdgeOne Pages. Inovasi ini diklaim memangkas waktu pengembangan dan penerapan situs web dari satu hari menjadi satu menit, serta telah digunakan lebih dari 100.000 pengguna global dalam tiga bulan sejak peluncuran.
Dari sisi infrastruktur, Tencent Cloud saat ini mengoperasikan 55 pusat data di 21 pasar dan wilayah. Ke depan, perusahaan berencana menginvestasikan 150 juta dolar AS untuk membangun pusat data pertamanya di Timur Tengah yang berlokasi di Arab Saudi. Tencent Cloud juga akan mendirikan pusat data ketiga di Osaka, Jepang, serta membuka kantor baru di kota tersebut. Selain itu, Tencent Cloud menyebut telah mengoperasikan sembilan pusat dukungan teknis global di Jakarta, Manila, Kuala Lumpur, Singapura, Bangkok, Tokyo, Seoul, Palo Alto, dan Frankfurt.