PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk meluncurkan Telkom AI Campus di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Kamis (24/10/2025). Program ini merupakan bagian dari inisiatif strategis Telkom AI Center of Excellence (AI CoE) yang ditujukan untuk memperkuat pengembangan ekosistem kecerdasan artifisial (AI) di Indonesia.
Peluncuran tersebut dihadiri Direktur Utama Telkom Dian Siswarini, Rektor UMY Prof. Dr. Achmad Nurmandi, M.Sc, Sekretaris Universitas UMY Dr. Bachtiar Dwi Kurniawan, S.Fill.I., MPA, serta Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Komunikasi dan Digital Bonifasius Wahyu Pudjianto.
Telkom menyatakan AI Campus dirancang sebagai pusat pembelajaran dan kolaborasi yang menghubungkan riset akademik, pengembangan talenta digital, serta penerapan teknologi di berbagai sektor industri. Melalui skema kolaborasi tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga terlibat dalam proyek riset industri, mentoring, dan inkubasi.
“Melalui AI Campus, Telkom mengajak mahasiswa tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga terlibat langsung dalam proyek riset industri, mentoring, dan inkubasi. Kami berkomitmen untuk melahirkan ribuan talenta AI di Indonesia — generasi yang tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga memahami nilai-nilai di baliknya agar AI menjadi kekuatan bagi kemajuan bangsa,” ujar Dian Siswarini.
Peluncuran AI Campus juga menandai perluasan kolaborasi Telkom AI CoE dengan ekosistem startup nasional dan komunitas teknologi di Yogyakarta. Sejumlah startup binaan Telkom turut menampilkan inovasi berbasis AI yang telah diterapkan di sektor masing-masing, di antaranya RUNSystem, penyedia perangkat lunak ERP nasional yang telah melantai di Bursa Efek Indonesia (IDX), serta PaperlessHospital yang mengembangkan solusi berbasis AI untuk efisiensi operasional rumah sakit.
Selain itu, Telkom AI CoE memperkuat jejaring melalui Komunitas Telkom AI x Markas Komdigi yang melibatkan berbagai pelaku inovasi AI, termasuk Xerpihan (AI Chatbot), DF Labs (AI Education), SUHU (AI Consultant), Nutreecy.AI (AI for Health), serta Gethired + Devcode (AI for Workforce).
Kemitraan juga diperluas bersama Komunitas Startup Jogja yang berfokus pada penerapan AI di berbagai bidang, antara lain UTAS (AI for Marketing), Jogja Coding House (AI Engineer), Techno GIS (AI on Geographic Information System), Hcelerate (AI for Research), serta Widya Genomics (Healthtech on Genomics).
Telkom menilai kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan memperkuat sinergi antara akademisi, industri, dan komunitas dalam membangun ekosistem inovasi AI yang inklusif dan berkelanjutan.
Melalui AI CoE dan AI Campus, Telkom menyebut fokus program mencakup riset, edukasi, serta akselerasi bisnis berbasis AI. Program ini ditargetkan menghasilkan 113.000 talenta AI nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat pengembangan AI di kawasan Asia Tenggara.
Dian Siswarini menegaskan Telkom ingin memastikan transformasi digital tidak hanya terpusat di kota besar. “Kami ingin memastikan bahwa transformasi digital bukan hanya milik kota besar. Melalui AI Campus, kami hadir di jantung pendidikan Indonesia untuk mencetak generasi unggul yang siap mengembangkan teknologi masa depan,” ujarnya.