Webinar bertajuk "Eksistensi Literasi Digital dalam Peningkatan Partisipasi Publik" digelar di Kabupaten Kudus dengan menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang akademis dan praktisi digital. Acara yang dimoderatori oleh Debbi Glenn, presenter televisi nasional, ini berlangsung pada pukul 13.00 WIB dan membahas berbagai aspek terkait etika dan budaya digital di tengah kemudahan akses teknologi saat ini.
Etika Berinternet sebagai Kebutuhan Dasar
Dr. Supranoto, dosen Universitas Jember, menyoroti bahwa meskipun teknologi internet telah mengubah cara berinteraksi dan berkomunikasi, kemudahan akses tersebut belum diimbangi dengan kesadaran etika dalam berinternet. Ia menegaskan pentingnya menjalankan etika dan etiket saat berhubungan dengan pihak lain di dunia maya.
Beberapa tips etika yang disampaikan Supranoto meliputi:
- Hindari menulis dengan huruf kapital semua.
- Gunakan kutipan dari internet secara sewajarnya.
- Perlakukan email sebagai pesan pribadi dan berhati-hatilah saat meneruskan pesan ke orang lain.
- Biasakan menggunakan format plain teks dan hindari penggunaan HTML yang sembarangan.
- Jangan mengirimkan file berukuran besar tanpa izin penerima.
Ia juga menekankan etiket dalam berinternet, seperti menggunakan ejaan yang benar, kalimat yang sopan, menulis subjek email dengan jelas, menghargai privasi dan hak cipta, serta menghindari kata-kata vulgar.
Penguatan Literasi Digital untuk Menghadapi Risiko Siber
Nanik Lestari, dosen Universitas Gadjah Mada, mengungkapkan pentingnya penguatan literasi digital sebagai respons terhadap rendahnya kecakapan digital masyarakat yang menyebabkan penggunaan media digital belum optimal. Ia mengingatkan bahwa lemahnya budaya digital dapat menimbulkan pelanggaran terhadap hak digital warga.
Menurut Nanik, peningkatan kejahatan siber menuntut para pengguna teknologi untuk lebih protektif terhadap perangkat digital mereka. Penting juga bagi pengguna untuk menata jejak digital dengan berhati-hati dalam membagikan data pribadi dan menggunakan media sosial secara bijak.
Adaptasi Budaya Digital di Masa Pandemi
Reza Sukma Nugraha, dosen Universitas Sebelas Maret, membahas perubahan budaya digital terutama selama masa pandemi yang memaksa masyarakat lebih dekat dengan digitalisasi. Ia mencontohkan bagaimana perangkat digital dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas pekerjaan dan kegiatan sehari-hari.
Kesimpulan
Diskusi yang diselenggarakan di Kudus ini menegaskan bahwa kemudahan akses teknologi harus diiringi dengan peningkatan kesadaran etika dan literasi digital. Hal ini penting agar masyarakat dapat memanfaatkan teknologi secara optimal sekaligus meminimalisir risiko yang muncul dari penggunaan media digital yang tidak bertanggung jawab.