BERITA TERKINI
Tantangan Etika dalam Pemanfaatan Teknologi Digital di Kudus

Tantangan Etika dalam Pemanfaatan Teknologi Digital di Kudus

KUDUS – Kemudahan akses teknologi internet tidak selalu diiringi dengan pemahaman dan penerapan etika berinternet yang baik. Hal ini menjadi salah satu fokus utama dalam webinar bertema "Eksistensi Literasi Digital dalam Peningkatan Partisipasi Publik" yang digelar di Kabupaten Kudus, Kamis (tanggal tidak disebutkan).

Webinar tersebut dipandu oleh Debbi Glenn, moderator sekaligus presenter televisi nasional, dan menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain Sapta Dinata Diana Alethia dari Kaizen Room, Dr. Supranoto dari Universitas Jember, Reza Sukma Nugraha dari Universitas Sebelas Maret, Nanik Lestari dari Universitas Gadjah Mada, serta konten kreator dan key opinion leader Gina Sinaga.

Perlunya Etika dan Etiket dalam Berinternet

Dr. Supranoto menekankan bahwa teknologi internet telah mengubah cara manusia berinteraksi dan berkomunikasi. Namun, kemudahan akses tersebut belum diimbangi oleh kesadaran masyarakat untuk menerapkan etika berinternet.

"Secara umum, berinternet mesti dengan etika dan etiket. Kita jalankan ketika berhubungan dengan pihak lain," ujarnya.

Menurut Supranoto, etika berinternet meliputi beberapa hal seperti tidak menulis dengan huruf kapital semua, mengutip informasi dari internet secara proporsional, memperlakukan email sebagai pesan pribadi, serta berhati-hati saat meneruskan pesan kepada orang lain. Ia juga menyarankan untuk menggunakan format teks biasa (plain text) dalam komunikasi elektronik dan tidak sembarangan menggunakan kode HTML. Selain itu, penting untuk mendapatkan izin terlebih dahulu sebelum mengirimkan file berukuran besar kepada penerima pesan.

Etiket berinternet, lanjutnya, mencakup penggunaan ejaan dan kalimat yang sopan dalam menulis email, mencantumkan subjek email yang jelas untuk memudahkan penerima, menghargai privasi dan hak cipta orang lain, serta menghindari penggunaan kata-kata vulgar.

Penguatan Literasi Digital dan Budaya Digital

Selain etika, Nanik Lestari menyoroti pentingnya penguatan literasi digital di kalangan masyarakat. Ia menyatakan bahwa kurangnya kecakapan digital menyebabkan pemanfaatan media digital menjadi tidak optimal.

"Lemahnya budaya digital juga memunculkan pelanggaran terhadap hak digital warga," katanya. Nanik mengingatkan adanya risiko yang harus diminimalkan oleh pengguna dan pelaku media sosial agar dapat berpartisipasi secara sehat dan bijak.

Ia juga menekankan pentingnya proteksi perangkat digital dan penataan jejak digital dengan lebih berhati-hati dalam membagikan data pribadi serta menggunakan media sosial secara selektif.

Mendorong Adaptasi Digital di Era Pandemi

Reza Sukma Nugraha menjelaskan perkembangan budaya digital, terutama di masa pandemi yang memaksa masyarakat untuk semakin dekat dengan teknologi digital. Ia mencontohkan pemanfaatan gawai dalam berbagai aktivitas dan pekerjaan yang semakin luas berkat digitalisasi.

Upaya Pemerintah Mendukung Literasi Digital

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) berencana menyelenggarakan serangkaian webinar literasi digital mulai Mei hingga Desember mendatang. Program ini bertujuan mendukung percepatan peningkatan kecakapan digital masyarakat dalam memanfaatkan internet secara optimal untuk kemajuan bangsa.