BERITA TERKINI
Take-Two Dikabarkan PHK Sejumlah Staf, Termasuk Kepala Divisi AI Menjelang GTA VI

Take-Two Dikabarkan PHK Sejumlah Staf, Termasuk Kepala Divisi AI Menjelang GTA VI

Industri game kembali diwarnai kabar pemutusan hubungan kerja (PHK) dari Take-Two Interactive, perusahaan induk Rockstar Games. Perusahaan tersebut dilaporkan memangkas sejumlah staf, termasuk kepala divisi kecerdasan buatan (AI), Luke Dicken.

Informasi ini mencuat setelah Luke Dicken menyampaikan melalui unggahan di LinkedIn bahwa dirinya dan timnya harus mengakhiri perjalanan di Take-Two. Dalam pernyataannya, ia menyebut timnya sebelumnya mengerjakan teknologi untuk mendukung pengembangan game modern, termasuk sistem berbasis machine learning dan procedural content.

Jumlah karyawan yang terdampak tidak diungkapkan. Namun, langkah ini memunculkan pertanyaan, mengingat AI saat ini menjadi salah satu teknologi yang banyak diandalkan industri game untuk meningkatkan efisiensi produksi dan kualitas pengalaman bermain. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah studio besar juga berlomba mengadopsi AI generatif untuk membantu pengembangan karakter, dunia game, hingga alur cerita.

Situasi ini turut disorot karena dinilai berseberangan dengan pernyataan CEO Take-Two, Strauss Zelnick, yang sebelumnya menyatakan bahwa AI berpotensi membuka lebih banyak lapangan pekerjaan. Ia juga pernah menekankan bahwa peningkatan produktivitas akibat teknologi seperti AI dapat berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja. Meski begitu, hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari Take-Two mengenai alasan pemangkasan tim AI tersebut.

PHK ini terjadi ketika Take-Two tengah bersiap merilis salah satu gim paling dinanti, Grand Theft Auto VI. Gim tersebut diprediksi akan menjadi sukses besar dan memberikan keuntungan finansial signifikan bagi perusahaan. Karena itu, sebagian pihak menilai langkah pemangkasan tim teknologi—termasuk AI—terlihat tidak lazim di tengah ekspektasi besar terhadap proyek tersebut.

Meski demikian, keputusan ini bisa saja merupakan bagian dari strategi efisiensi atau restrukturisasi internal. Ada pula kemungkinan perusahaan mengalihkan fokus ke pendekatan teknologi lain atau menggandeng pihak ketiga untuk pengembangan AI.

PHK sendiri bukan hal baru di industri game, yang dalam beberapa waktu terakhir kerap diwarnai langkah efisiensi seiring meningkatnya biaya produksi. Namun, pemangkasan tim AI di tengah tren adopsi teknologi generatif tetap menjadi perhatian, mengingat AI kerap disebut sebagai salah satu arah masa depan pengembangan game, mulai dari penciptaan dunia virtual hingga interaksi karakter yang lebih realistis.